Dana kampanye akhir PDIP tembus Rp404 M
Kamis, 24 April 2014 - 14:47 WIB
Dana kampanye akhir PDIP tembus Rp404 M
A
A
A
Sindonews.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi melaporkan dana kampanye tahap akhir kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Dana penerimaan dan pengeluaran PDIP sementara diketahui paling besar dibanding partai lain yang sudah melaporkan. Total dana kampanye partai besutan Megawati Soekarnoputri itu menembus angka Rp404 miliar.
"Total pengeluaran Rp404,730,519,590. Penerimaan Rp395 M. Ada utang nanti dibayar, karena kuitansi belum tagih ke kita," ujar Bendahara Umum PDIP, Olly Dondokambey, di Gedung KPU, Jakarta, Kamis (24/4/2014).
Menurut Olly, penerimaan atau sumbangan terbanyak dari calon anggota legislatif, yakni sekira Rp325.519.000.000 miliar. Sementara sumbangan yang berasal dari partai sebanyak Rp40 miliar, perusahaan atau perseroan Rp20 miliar, sumbangan kelompok Rp7 miliar, dan perorangan Rp2,9 miliar. "560 caleg semua melaporkan. Tidak ada yang tidak melaporkan," ungkap Olly.
Dia menambahkan, komponen belanja kampanye terbesar adalah biaya kampanye seperti pembuatan atribut dan alat peraga serta iklan kampanye di media cetak dan elektronik. "Iklan jumlahnya 60 sekian," ucapnya.
Sementara itu, karena masih memiliki utang belanja atau pengeluaran kampanye, maka partai berlambang banteng moncong putih itu tidak memiliki saldo akhir.
Dana penerimaan dan pengeluaran PDIP sementara diketahui paling besar dibanding partai lain yang sudah melaporkan. Total dana kampanye partai besutan Megawati Soekarnoputri itu menembus angka Rp404 miliar.
"Total pengeluaran Rp404,730,519,590. Penerimaan Rp395 M. Ada utang nanti dibayar, karena kuitansi belum tagih ke kita," ujar Bendahara Umum PDIP, Olly Dondokambey, di Gedung KPU, Jakarta, Kamis (24/4/2014).
Menurut Olly, penerimaan atau sumbangan terbanyak dari calon anggota legislatif, yakni sekira Rp325.519.000.000 miliar. Sementara sumbangan yang berasal dari partai sebanyak Rp40 miliar, perusahaan atau perseroan Rp20 miliar, sumbangan kelompok Rp7 miliar, dan perorangan Rp2,9 miliar. "560 caleg semua melaporkan. Tidak ada yang tidak melaporkan," ungkap Olly.
Dia menambahkan, komponen belanja kampanye terbesar adalah biaya kampanye seperti pembuatan atribut dan alat peraga serta iklan kampanye di media cetak dan elektronik. "Iklan jumlahnya 60 sekian," ucapnya.
Sementara itu, karena masih memiliki utang belanja atau pengeluaran kampanye, maka partai berlambang banteng moncong putih itu tidak memiliki saldo akhir.
(maf)