Pejabat pemerintah sibuk urus parpol ketimbang rakyatnya
Selasa, 15 April 2014 - 22:01 WIB
Pejabat pemerintah sibuk urus parpol ketimbang rakyatnya
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah dianggap kurang memiliki perhatian terhadap persoalan rakyat. Hal ini dipengaruhi tingginya intensitas Pemilu 2014.
Peneliti senior Pusat Penelitian Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro menilai para menteri lebih sibuk mengurus persoalan partainya masing-masing. Dia mencontohkan, penanganan musibah bencana asap di Provinsi Riau yang terjadi akibat kebakaran hutan.
"Pemilu memang sudah semakin dekat, kontestasi berebut suara pun semakin sengit. Para menteri ya sibuk merapat ke parpol induknya masing-masing,” ujar Siti di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Dia menyayangkan sikap para pejabat negara di tengah kondisi masyarakat Riau yang semakin kronis, dan mengkhawatirkan. Bahkan, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 49.591 orang di wilayah Riau menderita penyakit akibat asap seperti ispa, pneumonia, asma, serta iritasi mata dan kulit.
“Musibah Riau ini harus mendapatkan perhatian serius. Bukan hanya dari Pemprov Riau, tapi pemerintah pusat harus turun tangan,” ujar Zuhro.
Dia menilai sejak tahun 2013 lalu, para pejabat publik yang juga merupakan elite parpol terlihat lebih sibuk memenangkan pemilu. Pelayanan publik sepanjang tahun 2013-2014 menjadi tidak maksimal, dan bahkan sangat mengecewakan masyarakat. Khususnya, dalam penanggulangan bencana yang sangat lamban. “Semestinya, para pejabat publik ini fokus saja pada tanggung jawabnya. Bukan parpolnya,” tandasnya.
Selain itu, kata dia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang semestinya mengingatkan para menterinya untuk bekerja secara maksimal di sisa waktu jabatannya, justru ikut melayangkan surat cuti untuk kampanye terbuka partainya. “Politik menjadi lebih tinggi kastanya dibandingkan dengan pelayanan publik,” tandasnya.
Peneliti senior Pusat Penelitian Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro menilai para menteri lebih sibuk mengurus persoalan partainya masing-masing. Dia mencontohkan, penanganan musibah bencana asap di Provinsi Riau yang terjadi akibat kebakaran hutan.
"Pemilu memang sudah semakin dekat, kontestasi berebut suara pun semakin sengit. Para menteri ya sibuk merapat ke parpol induknya masing-masing,” ujar Siti di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Dia menyayangkan sikap para pejabat negara di tengah kondisi masyarakat Riau yang semakin kronis, dan mengkhawatirkan. Bahkan, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 49.591 orang di wilayah Riau menderita penyakit akibat asap seperti ispa, pneumonia, asma, serta iritasi mata dan kulit.
“Musibah Riau ini harus mendapatkan perhatian serius. Bukan hanya dari Pemprov Riau, tapi pemerintah pusat harus turun tangan,” ujar Zuhro.
Dia menilai sejak tahun 2013 lalu, para pejabat publik yang juga merupakan elite parpol terlihat lebih sibuk memenangkan pemilu. Pelayanan publik sepanjang tahun 2013-2014 menjadi tidak maksimal, dan bahkan sangat mengecewakan masyarakat. Khususnya, dalam penanggulangan bencana yang sangat lamban. “Semestinya, para pejabat publik ini fokus saja pada tanggung jawabnya. Bukan parpolnya,” tandasnya.
Selain itu, kata dia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang semestinya mengingatkan para menterinya untuk bekerja secara maksimal di sisa waktu jabatannya, justru ikut melayangkan surat cuti untuk kampanye terbuka partainya. “Politik menjadi lebih tinggi kastanya dibandingkan dengan pelayanan publik,” tandasnya.
(dam)