Pemilu ulang bukan solusi atasi kecurangan

Minggu, 13 April 2014 - 14:17 WIB
Pemilu ulang bukan solusi...
Pemilu ulang bukan solusi atasi kecurangan
A A A
Sindonews.com - Koordinator Nasional Komite Pemilih Indonesia (TEPI) Jeirry Sumampow menilai pemilu ulang di sejumlah daerah di Indonesia yang hingga saat ini masih berlangsung bukanlah solusi.

Khususnya di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Desa Benteng, Ciampea, Kabupaten Bogor, yang melakukan pemungutan suara ulang, Minggu (13/4/2014).

"Sentra Penegak Hukum Terpadu (Gakumdu) yang terdiri dari Panwaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan harus proaktif menyelidiki kasus tercoblosnya surat suara di 22 TPS di Desa Benteng yang jelas-jelas adalah kecurangan pemilu," kata Jeirry ketika dihubungi.

Jadi menurut mantan Kordinator Nasional Jaring Pendidikan Pemilihan untuk Rakyat (JPPR) itu, solusi yang tepat untuk membuat efek jera dan mendidik pemilu di Indonesia kedepan adalah proses hukumnya.

"Panwaslu Kabupaten Bogor dan Bawaslu Jawa Barat harus aktif menyelidiki dan mengumpulkan data ataupun bukti-bukti kecurangan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan melaporkannya ke kepolisian dan diproses sampai ke kejaksaan hingga ke pengadilan," kata Jeirry.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan surat suara di 13 TPS di Desa Benteng, Ciampea, Kabupaten Bogor ditemukan sudah tercoblos sebelum dimulainya pemungutan suara. Akibatnya, sebanyak 22 TPS yang ada di Desa Benteng terpaksa dihentikan dan harus diulang hari ini.

Berdasarkan pantauan proses pemungutan suara ulang, di Desa Benteng hingga saat ini masih berlangsung. Terlihat pengawasan dan pengawalan pencoblosan di seluruh TPS sangat ketat. Satu TPS dikawal 5-10 aparat kepolisian berseragam dan pakaian sipil.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor, Hariyanto Surbakti mengatakan ada 22 TPS di Desa Benteng sedang melakukan pencoblosan ulang hari ini, dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 8.232 orang.

"Pencoblosan dimulai dari nol kembali. Jadi semua orang yang telah mencoblos kemarin (Rabu 9 April), hari ini mencoblos kembali," ujarnya.
(ysw)
Berita Terkait
Sistem Proporsional...
Sistem Proporsional Terbuka Dinilai Hadirkan Praktik Pasar Bebas
Bakal Caleg Partai Hanura...
Bakal Caleg Partai Hanura Diminta Tidak Boleh Menyerah
Eep Saefullah Fatah:...
Eep Saefullah Fatah: Sekolah Politik Bina Insan Mulia Dongkrak Suara PKB di 2024
Relawan Sobat Bang Hendra...
Relawan Sobat Bang Hendra Perkuat Pondasi Tim se-Jakpus dan Jaksel
Hari Pertama Pendaftaran,...
Hari Pertama Pendaftaran, Belum Ada Ajukan Gugatan Sengketa Pileg 2024 ke MK
MK Gelar Sidang Sengketa...
MK Gelar Sidang Sengketa Pileg 2024 Pekan Depan, Dibagi dalam 3 Panel
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Infografis
Ini Penjelasan Warna...
Ini Penjelasan Warna Singa Putih Ternyata Bukan Albino
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved