Kasus Benteng, Demokrat pertanyakan independensi KPU

Kamis, 10 April 2014 - 20:10 WIB
Kasus Benteng, Demokrat...
Kasus Benteng, Demokrat pertanyakan independensi KPU
A A A
Sindonews.com - Independensi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor dipertanyakan. Hal itu merupakan buntut permasalahan yang ada di Desa Benteng, Ciampea, Kabupaten Bogor, Rabu 9 April 2014.

"Kita mempertanyakan sejauhmana kenetralannya (KPU)," kata Ketua Tim Pemenangan Kampanye Pemilu Legislatif dari Partai Demokrat Kabupaten Bogor Susetiyono kepada wartawan di Bogor, Kamis (10/4/2014).

PIhaknya juga mendengar laporan terkait adanya surat suara yang sudah tercoblos sebelum pencoblosan, kata dia, pihaknya langsung memverifikasi kejadian itu.

"Di 13 TPS di Desa Benteng banyak surat suara yang tercoblos sebelum pemungutan suara dimulai. Dari ratusan surat suara yang sudah tercoblos itu ada nama-nama caleg dari partai kami (Demokrat)," akunya.

Lebih lanjut ia menegaskan, cara-cara tercela ini patut diduga ada konspirasi atau kongkalingkong antara caleg yang dimaksud dengan pihak KPU di tingkat desa dalam hal ini Panitia Pemungutan Suara (PPS).

"Kita sudah mengambil langkah dan melaporkan ke DPD dan DPP Partai Demokrat. Saya melihat ada kongkalikong antara caleg dengan pihak PPS," tukasnya.

Ia juga mengaku bingung, hal tersebut bisa terjadi dan diduga dilakukan antara petugas PPS dengan oknum caleg yang suaranya sudah tercoblos itu.

"Kok bisa ya dilakukan oleh petugas PPS, apalagi saat ini Ketua PPS Desa Benteng keberadaannya misterius," katanya.

Menurutnya, Partai Demokrat melalui Ketua Harian Syarifudin Hasan sudah mengambil sikap dan akan memproses insiden ini. Bahkan, Partai Demokrat tidak akan membela calegnya yang melakukan kecurangan.

"Bahkan masalah hukumnya kita menunggu dari KPU, Bawaslu dan Kepolisian, silakan diproses. Kita tidak akan mem-backup caleg yang berbuat curang. Kita akan ikuti aturan main dan taat pada hukum," tandasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Sistem Proporsional...
Sistem Proporsional Terbuka Dinilai Hadirkan Praktik Pasar Bebas
Bakal Caleg Partai Hanura...
Bakal Caleg Partai Hanura Diminta Tidak Boleh Menyerah
Eep Saefullah Fatah:...
Eep Saefullah Fatah: Sekolah Politik Bina Insan Mulia Dongkrak Suara PKB di 2024
Relawan Sobat Bang Hendra...
Relawan Sobat Bang Hendra Perkuat Pondasi Tim se-Jakpus dan Jaksel
Hari Pertama Pendaftaran,...
Hari Pertama Pendaftaran, Belum Ada Ajukan Gugatan Sengketa Pileg 2024 ke MK
MK Gelar Sidang Sengketa...
MK Gelar Sidang Sengketa Pileg 2024 Pekan Depan, Dibagi dalam 3 Panel
Berita Terkini
Aplikasi Baru Lindungi...
Aplikasi Baru Lindungi PMI, Siapkan Tombol Darurat hingga E-Wallet
Febrie Adriansyah Penuhi...
Febrie Adriansyah Penuhi Panggilan Panggilan Pemeriksaan Tim 9 Kejagung
Soal Biaya Lepas Status...
Soal Biaya Lepas Status WNI Rp5 Juta, Menkum Supratman: Kami Kaji Kembali
Sangkal Ada Tren Kenaikan...
Sangkal Ada Tren Kenaikan Lepas Kewarganegaraan, Menkum: Yang Ingin Jadi Warga Negara Lebih Banyak
Mendagri Tito Tegaskan...
Mendagri Tito Tegaskan Kualitas Pelayanan Publik Merupakan Kunci Negara Bisa Bertahan
Bila Mangkir Pemeriksaan,...
Bila Mangkir Pemeriksaan, Febrie Adriansyah Bisa Dijemput Paksa
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved