Unggul di Jawa Barat, PDIP klaim bukan karena Jokowi
Rabu, 09 April 2014 - 21:47 WIB
Unggul di Jawa Barat, PDIP klaim bukan karena Jokowi
A
A
A
Sindonews.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengklaim, kemenangan di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 di Jawa Barat dengan raihan suara 23 persen, bukan karena popularitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), Capres PDIP.
Ketua DPD PDIP Jawa Barat Tubagus Hasanudin mengatakan, basis suara PDIP di Jawa Barat sudah kuat dan ditunjang dengan berbagai perbaikan. Sehingga, warga dengan sendiri mencoblos PDIP saat dilangsungkan pemilihan.
"Faktor Jokowi tidak terlalu besar (untuk raihan suara PDIP). Faktor Jokowi memang ada, tapi tidak terlalu menyengat," ujarnya, kepada wartawan, Rabu (9/4/2014).
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan internal PDIP terhadap sejumlah TPS di kabupaten/kota di Jawa Barat, ada dua hingga tiga TPS yang hasil perolehan suaranya dijadikan sample. Survei ini memiliki margin of error 2,5 persen.
"Dari 26 kabupaten/kota, hampir seluruhnya menunjukkan raihan suara signifikan untuk PDIP," terangnya.
Raihan suara terbanyak kedua versi PDIP adalah Partai Golkar dengan 17 persen. Posisi ketiga ditempati Gerindra dengan raihan 11 persen.
Ketua DPD PDIP Jawa Barat Tubagus Hasanudin mengatakan, basis suara PDIP di Jawa Barat sudah kuat dan ditunjang dengan berbagai perbaikan. Sehingga, warga dengan sendiri mencoblos PDIP saat dilangsungkan pemilihan.
"Faktor Jokowi tidak terlalu besar (untuk raihan suara PDIP). Faktor Jokowi memang ada, tapi tidak terlalu menyengat," ujarnya, kepada wartawan, Rabu (9/4/2014).
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan internal PDIP terhadap sejumlah TPS di kabupaten/kota di Jawa Barat, ada dua hingga tiga TPS yang hasil perolehan suaranya dijadikan sample. Survei ini memiliki margin of error 2,5 persen.
"Dari 26 kabupaten/kota, hampir seluruhnya menunjukkan raihan suara signifikan untuk PDIP," terangnya.
Raihan suara terbanyak kedua versi PDIP adalah Partai Golkar dengan 17 persen. Posisi ketiga ditempati Gerindra dengan raihan 11 persen.
(san)