Bawa golok, saksi PKB mengamuk di TPS12 Desa Bojong

Rabu, 09 April 2014 - 19:26 WIB
Bawa golok, saksi PKB...
Bawa golok, saksi PKB mengamuk di TPS12 Desa Bojong
A A A
Sindonews.com - Saksi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Asep Saeful Bahri (30) mengamuk, di TPS 12 di Desa Bojong, RT 25/9, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan.

Dengan menggunakan golok, dia merusak sejumlah logistik pemilu, seperti kotak suara dan papan tulis, dan mengusir warga dan panitia pemungutan suara yang tengah berkerumun di TPS.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, perusakan tersebut terjadi sekira pukul 15.00 WIB. Pelaku tiba-tiba datang ke TPS sambil berteriak dan mengacungkan golok ke arah warga, kemudian menyabetkannya ke sejumlah perlengkapan pemilu.

"Praktis warga yang tengah berkumpul menyaksikan proses penghitungan suara berhamburan keluar meninggalkan TPS, karena takut. Pelaku kemudian menyabetkan goloknya ke sejumlah perlengkapan pemilu seperti papan tulis dan kotak suara, sambil menantang warga untuk berduel. Yang berani silakan maju," ujar Lumri (51), warga sekitar, Rabu (9/4/2014).

Diceritakan Lumri, keributan di TPS tersebut merupakan yang kedua kalinya dilakukan oleh pelaku. Awalnya hanya keributan kecil, antara pelaku dengan sejumlah panitia di TPS, pada awal penghitungan surat suara baru dimulai.

"Keributan pertama terjadi pada saat penghitungan suara baru dimulai. Tapi bisa dicegah oleh kadus dan panitia lain, sehingga pelaku pun pulang. Namun tak lama kemudian, Asep kembali lagi sambil membawa golok dan melakukan perusakan. Saya tidak tahu apa penyebab keributan tersebut," terangnya.

Akibat perusakan itu, pelaku diamankan petugas Polsek Cilimus. Pelaku kemudian digiring ke Mapolres Kuningan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, Kapolres Kuningan AKBP Harry Kurniawan mengungkapkan, perusakan diduga dipicu oleh persoalan rumah tangga yang tengah dihadapi pelaku. Rupanya, kekesalannya tersebut dilampiaskan dengan cara merusak peralatan pemilu.

"Pelaku adalah saksi dari PKB. Kronoligis perusakan tersebut diawali sekitar pukul 13.30 saat istirahat menjelang penghitungan suara, pelaku pulang ke rumahnya," bebernya.

Namun setibanya di rumah, ternyata terjadi cekcok antara pelaku dengan istrinya. Usai ribut dengan istrinya tersebut, pelaku kembali ke TPS. Tetapi, tanpa sebab jelas, tiba-tiba pelaku ribut dengan para saksi dan panitia lain yang ada di TPS. Keributan berhasil dilerai oleh kadus setempat, sehingga pelaku pun disuruh pulang.

"Tetapi tanpa diduga-duga, pelaku ternyata kembali lagi sambil membawa golok hingga akhirnya terjadi perusakan tersebut," terangnya.

Harry mengaku, pihaknya masih menyelidiki kasus perusakan TPS tersebut, apakah murni perusakan atau mengandung unsur pidana pemilu. Oleh karena itu, pihaknya kini menahan pelaku di sel Mapolres Kuningan, sekaligus mengamankan barang bukti sebilah golok, serta logistik pemilu yang telah dirusak.

Terkait surat suara di dalam kotak suara yang dirusak, dijelaskan Harry, telah diamankan dan telah diperiksa oleh Panwaslu Kuningan. Dipastikan, surat suara tersebut masih utuh tanpa ada kerusakan, sehingga penghitungannya pun bisa dilanjutkan.

"Untuk keamanan, proses penghitungan suara dilanjutkan di Kantor Desa Bojong. Semua surat suara telah diperiksa oleh Panwaslu dan dinyatakan sah dan penghitungannya boleh dilanjutkan," tukasnya.
(san)
Berita Terkait
Sistem Proporsional...
Sistem Proporsional Terbuka Dinilai Hadirkan Praktik Pasar Bebas
Bakal Caleg Partai Hanura...
Bakal Caleg Partai Hanura Diminta Tidak Boleh Menyerah
Eep Saefullah Fatah:...
Eep Saefullah Fatah: Sekolah Politik Bina Insan Mulia Dongkrak Suara PKB di 2024
Relawan Sobat Bang Hendra...
Relawan Sobat Bang Hendra Perkuat Pondasi Tim se-Jakpus dan Jaksel
Hari Pertama Pendaftaran,...
Hari Pertama Pendaftaran, Belum Ada Ajukan Gugatan Sengketa Pileg 2024 ke MK
MK Gelar Sidang Sengketa...
MK Gelar Sidang Sengketa Pileg 2024 Pekan Depan, Dibagi dalam 3 Panel
Berita Terkini
3 Fakta yang Telah Diungkap...
3 Fakta yang Telah Diungkap KPK Terkait OTT Bupati Lombok Barat
Wamenag: Pencegahan...
Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD
TPPU Dinilai Bisa Jadi...
TPPU Dinilai Bisa Jadi Pintu Masuk Bongkar Kasus Eks Jampidsus
Mayjen TNI (Purn) Prihati...
Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito Uji Disertasi Doktor Johan Akbari di Universitas Bhayangkara
DNIKS dan Diplomasi...
DNIKS dan Diplomasi Kesejahteraan Sosial Indonesia
Prabowo Tegaskan Tak...
Prabowo Tegaskan Tak Bakal Tebang Pilih Terhadap Penyelewengan
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved