Surat suara tertukar, Pileg di TPS 48 ricuh

Rabu, 09 April 2014 - 12:42 WIB
Surat suara tertukar,...
Surat suara tertukar, Pileg di TPS 48 ricuh
A A A
Sindonews.com - Kesalahan pendistribusian surat suara terjadi di TPS 48 RT 004/03 Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.

Sebanyak 95 kertas suara untuk DPRD dapil V di Kecamatan Matraman, masuk di TPS 48 yang merupakan dapil VI di Kecamatan Makasar.

Dari 95 kertas suara yang salah, 22 diantaranya sudah masuk kedalam kotak suara. Sementara sisanya belum tersentuh.

"Makanya tadi jadi agak kisruh, gara-gara kesalahan kertas suara itu," kata seorang warga, Arkan (45) Rabu (9/4/2014).

Kejadian baru diketahui saat Arkan mendaftar dan masuk ke dalam bilik suara. Saat dirinya hendak memilih caleg yang diinginkan, Arkan tidak menemukan nama caleg tersebut.

Arkan langsung melaporkan hal tersebut ke panitia pemungutan suara. Setelah diteliti baru diketahui bahwa surat suara tersebut salah.

"Saya tidak jadi nyoblos," ujarnya.

Pemungutan suara pun akhirnya ditunda sementara waktu. Surat suara yang telah masuk ke dalam kotak suara akhirnya dibongkar dan diteliti.

"Tadi kita bongkar, di dalam kotak ada 22 kertas suara dari dapil V yang sudah dicoblos. Sisanya, sekitar 51 sudah benar dari dapil VI. Tapi semua harus diulang lagi," paparnya.

Surat suara tersebut akhirnya dikembalikan ke kelurahan setempat. Warga yang telah mencoblos akan dijadwalkan ulang untuk memilih pada pukul 13.00 WIB atau hingga surat suara pengganti datang.

"Siang nanti kami disuruh nyoblos ulang, ini malah makan waktu. Harusnya petugas lebih teliti lagi," ujarnya.

Di TPS 48 sendiri, sebanyak 436 pemilih dari tiga RT berbeda seperti RT 04, 05, dan 06 memberikan hak suaranya. Saat ini, proses pencoblosan pun kembali berjalan, setelah pihak dari KPU kelurahan Kebon Pala menyatakan 72 kertas suara yang sudah dicoblos warga dinyatakan rusak.

"Tadi orang KPU sudah menyegel ulang lagi kotak suaranya, makanya sekarang sudah berjalan lagi. Cuma yang sudah nyoblos tadi masih diminta menunggu dan nggak tahu kapan nyoblos lagi," keluhnya.
(ysw)
Berita Terkait
Sistem Proporsional...
Sistem Proporsional Terbuka Dinilai Hadirkan Praktik Pasar Bebas
Bakal Caleg Partai Hanura...
Bakal Caleg Partai Hanura Diminta Tidak Boleh Menyerah
Eep Saefullah Fatah:...
Eep Saefullah Fatah: Sekolah Politik Bina Insan Mulia Dongkrak Suara PKB di 2024
Relawan Sobat Bang Hendra...
Relawan Sobat Bang Hendra Perkuat Pondasi Tim se-Jakpus dan Jaksel
Hari Pertama Pendaftaran,...
Hari Pertama Pendaftaran, Belum Ada Ajukan Gugatan Sengketa Pileg 2024 ke MK
MK Gelar Sidang Sengketa...
MK Gelar Sidang Sengketa Pileg 2024 Pekan Depan, Dibagi dalam 3 Panel
Berita Terkini
Polda Metro Tepis Selundupkan...
Polda Metro Tepis Selundupkan Pasal 32 UU ITE untuk Jerat Roy Suryo
27 Orang Tewas Akibat...
27 Orang Tewas Akibat Kebakaran di Bar Bangkok, Kemlu: Tidak Ada Korban WNI
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, Partai Ummat Siapkan Struktur Baru Jelang Verifikasi KPU
Benny Harman Demokrat...
Benny Harman Demokrat Minta DPR Pakai Hak Angket untuk Selesaikan Ketegangan Polri vs Kejagung
Kapolri Tak Hadir di...
Kapolri Tak Hadir di Rapat Satgas PKH, Jubir: Semua Unsur Tetap Terwakili
Istana Belum Terima...
Istana Belum Terima Usulan Jaksa Agung soal Jampidsus Baru Pengganti Febrie Adriansyah
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved