H-1 pemilu, Polri geser pasukan

Selasa, 08 April 2014 - 14:59 WIB
H-1 pemilu, Polri geser...
H-1 pemilu, Polri geser pasukan
A A A
Sindonews.com - Satu hari jelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, Polri melakukan pergeseran pasukan, ke titik yang dekat dengan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Kepala Bagian Penerangan Umum Markas Besar Polri Kombes Agus Rianto mengaku, pergeseran pasukan dilakukan pada 8 April 2014, sekira pukul 00.00 WIB.

Mereka digeser ke tempat paling dekat dengan TPS untuk mulai melakukan pemantauan terkait pengamanan pemilu 9 April 2014.

"Informasi yang kami dapat dari jajaran seluruh anggota sudah digeser," ungkap Agus kepada wartawan di Gedung Humas Polri, Jakarta, Selasa (8/4/2014).

Dia menambahkan, setelah digeser seluruh pasukan sudah mulai melakukan konsolidasi, adaptasi lingkunga dan cek kesiapan yang diperlukan dalam rangka sukseskan pemungutan suara.

Menurut Agus, jumlah TPS di seluruh Indonesia berjumlah lebih dari 545 ribu. Sedangkan, di luar negeri ada 487 TPS. "Jumlah pemilih di dalam negeri lebih dari 187 juta. Sedangkan di luar negeri itu lebih dari dua juta. Ini berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU)," tegasnya.

Lebih lanjut, Agus mengatakan seluruh petugas Polri yang didukung Linmas, maupun para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), sudah siap secara umum melaksanakan pemungutan suara.

Selain itu, Agus juga membahas pola pengamanan terhadap TPS yang bervariasi dan ditentukan oleh Kapolda setempat. "Sampai saat ini situasi umum tetap kondusif. Kita berharap situasi ini akan tetap dipertahankan. Tidak hanya pd masa pemilu," paparnya.

Perwira menengah Polri tersebut, mengaku sesuai informasi dari KPU, rencananya rapat KPPS dimulai pukul 07.00 WIB waktu setempat. "Kemudian dilanjutkan dengan pemungutan suara sampai 13.00 WIB," sambungnya.

Agus berharap, semua masyarakat bisa menyalurkan haknya sesuai keinginan dan pilihan masing-masing. "Satu suara menentukan nasib bangsa lima tahun ke depan," tutupnya.
(maf)
Berita Terkait
Sistem Proporsional...
Sistem Proporsional Terbuka Dinilai Hadirkan Praktik Pasar Bebas
Bakal Caleg Partai Hanura...
Bakal Caleg Partai Hanura Diminta Tidak Boleh Menyerah
Eep Saefullah Fatah:...
Eep Saefullah Fatah: Sekolah Politik Bina Insan Mulia Dongkrak Suara PKB di 2024
Relawan Sobat Bang Hendra...
Relawan Sobat Bang Hendra Perkuat Pondasi Tim se-Jakpus dan Jaksel
Hari Pertama Pendaftaran,...
Hari Pertama Pendaftaran, Belum Ada Ajukan Gugatan Sengketa Pileg 2024 ke MK
MK Gelar Sidang Sengketa...
MK Gelar Sidang Sengketa Pileg 2024 Pekan Depan, Dibagi dalam 3 Panel
Berita Terkini
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved