Dukung RUU KUHP&KUHAP, parpol akan kehilangan simpati

Kamis, 03 April 2014 - 17:54 WIB
Dukung RUU KUHP&KUHAP,...
Dukung RUU KUHP&KUHAP, parpol akan kehilangan simpati
A A A
Sindonews.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) mewanti-wanti agar partai politik (parpol) tidak mendukung pembahasan RUU KUHP dan KUHAP dengan menyampaikan kepada fraksi mereka di DPR.

Peneliti Divisi Korupsi Politik ICW, Donal Fariz menyampaikan, parpol akan menanggung rugi apabila mendukung pembahasan dua peraturan itu dilanjutkan.

"Akan sangat merugikan parpol itu sendiri untuk mendapatkan simpati dalam Pemilu 2014 yang sebentar lagi dilaksanakan," katanya di Kantor ICW, Kalibata Timur, Jakarta, Kamis (3/4/2014).

Dalam kesempatan itu, Donal kembali mengingatkan bahwa RUU KUHP dan KUHAP bisa melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun aparat penegak hukum lainnya dalam memberantas korupsi.

"Posisi parpol yang tidak mendukung KPK dan atau berupaya melemahkan KPK akan sangat merugi," terangnya.

Sebelumnya, jika sikap partai tidak berubah dengan mendukung RUU KUHP dan KUHAP, Donal pun meminta agar masyarakat tak memilih parpol tersebut pada Pemilu 2014.

"Kami akan mengajak masyarakat untuk menghukum parpol dengan tidak memilih mereka karena tetap berupaya melanjutkan pembahasan RUU KUHAP yang berpotensi melemahkan upaya pemberantasan korupsi," pungkasnya.

Baca berita:
Perubahan KUHP dan KUHAP untuk perbaikan sistem hukum
(kri)
Berita Terkait
Pemberlakuan UU KUHP–KUHAP...
Pemberlakuan UU KUHP–KUHAP Jadi Sorotan
Guru Besar UNM Sebut...
Guru Besar UNM Sebut 2026 Jadi Pembuktian Tansformasi Hukum Indonesia
Pengamat Nilai RKUHAP...
Pengamat Nilai RKUHAP 2025 dan KUHP Nasional Tak Sinkron
DPR: KUHP dan KUHAP...
DPR: KUHP dan KUHAP Baru Pastikan Hanya Orang Jahat yang Dipenjara
Polri Pedomani KUHP-KUHAP...
Polri Pedomani KUHP-KUHAP Baru yang Berlaku Hari Ini
Deretan Pasal Kontroversial...
Deretan Pasal Kontroversial dalam KUHP Baru
Berita Terkini
PM India Akan ke Indonesia...
PM India Akan ke Indonesia Bertemu Prabowo, Bahas Ketahanan Pangan hingga Pertahanan
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
BMKG: 48,9% Wilayah...
BMKG: 48,9% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncaknya Juli-September 2026
Retorika Visual Diplomasi...
Retorika Visual Diplomasi Prabowo dan Lukashenko
KPK: Bupati Langkat...
KPK: Bupati Langkat Minta Upeti Proyek hingga Terima Gratifikasi Pengadaan Seragam Sekolah
AAI Satukan Kepengurusan...
AAI Satukan Kepengurusan lewat Munaslub Bersama di Jakarta
Infografis
5 Negara Asia Diam-diam...
5 Negara Asia Diam-diam Dukung Israel, Salah Satunya Mayoritas Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved