Gunakan pola konvensional, caleg tak dilirik pemilih

Selasa, 01 April 2014 - 06:44 WIB
Gunakan pola konvensional,...
Gunakan pola konvensional, caleg tak dilirik pemilih
A A A
Sindonews.com - Masih banyak pemilih muda yang tak memiliki pengetahuan atau tak mengerti tentang calon legislatif (caleg) dinilai karena kesalahan para caleg itu sendiri. Penyebabnya, caleg tak pro aktif mendekati pemilih pemula.

"Hal itu juga menunjukan lemahnya kemampuan caleg membaca segmentasi pemilih di tengah-tengah masyarakat," ujar Pengamat Politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun ketika dihubungi Sindonews, Senin (1/4/2014).

Menurutnya, para caleg masih menggunakan pola konvensional. Dengan menemui tokoh lokal lalu mengumpulkan massa khususnya ibu-ibu lagi-lagi dilakukan. "Sosialisasi yang minim kualitas karena 'bumbu' transaksinya yang lebih dominan," ucap dia.

Direktur Puspol Indonesi ini melanjutkan, menjadi pekerjaan rumah parpol dan caleg untuk meminimalisir golput pada Pileg nanti. Solusinya, caleg harus bekerja keras di sisa waktu untuk mendekati pemilih pemula dan masyarakat.

Apakah rendahnya respon masyarakat terhadap caleg ada kaitannya karena kurangnya sosialisasi KPU, parpol, atau pemilu tahun memang ini tak menarik buat pemilih?

"Betul sosialisasi KPU dan parpol minim, sehingga pemilu tahun ini tak menarik buat pemilih. Meski ada beberapa partai yang serius dan kreatif, tetapi tidak masif dan di sisi lain public distrust terjadi secara masif di tengah masyarakat karena performa parpol selama 10 tahun terakhir nilainya buruk," tandasnya.

Karena itu, lanjutnya, legitimasi Pileg menjadi rendah jika tingkat partisipasi pemilih juga rendah. Jika legitimasi rendah dan perolehan suara partai tidak ada yang dominan atau tidak ada yang memperoleh suara di atas 30 persem, maka rezim pemerintahan baru akan melakukan koalisi pragmatis.

"Jika pemerintahan yang terbentuk hasil koalisi pragmatis maka pemerintahan baru tidak akan berjalan efektif," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Demi Partisipasi Pemilih...
Demi Partisipasi Pemilih di Pilkada, KPPS Perlu Pakai Hazmat?
Bertemu Relawan di Tangerang,...
Bertemu Relawan di Tangerang, Kaesang Bicara soal Swing Voters
Partispasi Pemilih di...
Partispasi Pemilih di Pilkada 2024 di Bawah 70%, KPU Bakal Lakukan Evaluasi
Milenial Riau Solid...
Milenial Riau Solid Dukung Ganjar, Ingin Indonesia Tangguh
Takut Terpapar COVID-19,...
Takut Terpapar COVID-19, TPS di Mandailing Natal Sepi Pemilih
Tingkatkan Partisipasi...
Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pemilu 2024, Pemerintah Dinilai Perlu Siapkan i-Voting
Berita Terkini
Info Dadan dan 2 Eks...
Info Dadan dan 2 Eks Wakil Kepala BGN Diperiksa di Gedung Bundar, Kejagung Siapkan Tim Dokter
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang: Amanah dan Tanggung Jawab Berat
Pimpinan BGN Dicopot,...
Pimpinan BGN Dicopot, LPI: :Langkah Tepat untuk Selamatkan Program Prioritas Nasional
OTT di Imigrasi Jakbar...
OTT di Imigrasi Jakbar Terkait Pengurusan Izin Tinggal WNA
OTT di Imigrasi Jakbar,...
OTT di Imigrasi Jakbar, KPK Tangkap Belasan Orang dan Sita Kendaraan hingga Emas
KPK OTT Pejabat Imigrasi...
KPK OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, Menteri Imipas: Baguslah, Sekalian Kita Berbenah
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved