Meski kondusif, pengamanan jelang pileg jangan kendur
Senin, 31 Maret 2014 - 19:31 WIB
Meski kondusif, pengamanan jelang pileg jangan kendur
A
A
A
Sindonews.com - Kurang dari sepuluh hari, pemilu legislatif (pileg) akan digelar, keamanan di daerah dinilai masih kondusif. Namun, keamanan di daerah tetap perlu diantisipasi, agar tidak terjadi konflik antar pendukung.
Calon Anggota Legislatif (Caleg) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Gamari Sutrisno mengatakan, tidak ada gejolak sosial politik menjelang pemilu, yang dapat menyulut pertikaian antar warga.
"Di dapil (daerah pemilihan) saya di Kabupaten Pati, Blora, Rembang dan Grobogan, masih aman dan kondusif sampai sekarang," kata Gamari kepada KORAN SINDO, Senin (31/3/2014).
Namun, bukan berarti kondisi tersebut membuat langkah pengamanan kendur. Pasalnya, apapun dapat terjadi saat pemilu mendatang, termasuk konflik horizontal di masyarakat.
"Dinamika sosial politik sulit ditebak. Maka antisipasi awal harus tetap dilakukan, takutnya ada hal yang tidak terduga terjadi," ungkapnya.
Anggota Komisi II DPR ini menilai, aparat di dapilnya cukup siap dan memadai dalam proses pengaman. Dia berharap, agar adanya tambahan bantuan personel, baik dari TNI maupun aparat desa, untuk membantu jalannya pemilu tanggal 9 April mendatang.
"Dengan jumlah TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang sangat banyak dan personel minim, akan lebih baik akan adanya bantuan pengamanan saat hari H," paparnya.
Dia mengatakan, jalannya proses pemilu akan berpengaruh pada dinamika sosial politik di masyarakat. Menurut dia, jika proses pemilu berjalan tidak sebagaimana mestinya, tentu akan menyulut keributan di antara pendukung parpol.
"Menjelang pemungutan suara kampanya antar caleg dan partai perlu dikawal, agar tidak terjadi konflik. Baik internal maupun ekstenal partai. Antar caleg di dalam satu partai pun perlu diantisipasi. Semuanya perlu antisipasi yang sungguh-sungguh," paparnya.
Calon Anggota Legislatif (Caleg) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Gamari Sutrisno mengatakan, tidak ada gejolak sosial politik menjelang pemilu, yang dapat menyulut pertikaian antar warga.
"Di dapil (daerah pemilihan) saya di Kabupaten Pati, Blora, Rembang dan Grobogan, masih aman dan kondusif sampai sekarang," kata Gamari kepada KORAN SINDO, Senin (31/3/2014).
Namun, bukan berarti kondisi tersebut membuat langkah pengamanan kendur. Pasalnya, apapun dapat terjadi saat pemilu mendatang, termasuk konflik horizontal di masyarakat.
"Dinamika sosial politik sulit ditebak. Maka antisipasi awal harus tetap dilakukan, takutnya ada hal yang tidak terduga terjadi," ungkapnya.
Anggota Komisi II DPR ini menilai, aparat di dapilnya cukup siap dan memadai dalam proses pengaman. Dia berharap, agar adanya tambahan bantuan personel, baik dari TNI maupun aparat desa, untuk membantu jalannya pemilu tanggal 9 April mendatang.
"Dengan jumlah TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang sangat banyak dan personel minim, akan lebih baik akan adanya bantuan pengamanan saat hari H," paparnya.
Dia mengatakan, jalannya proses pemilu akan berpengaruh pada dinamika sosial politik di masyarakat. Menurut dia, jika proses pemilu berjalan tidak sebagaimana mestinya, tentu akan menyulut keributan di antara pendukung parpol.
"Menjelang pemungutan suara kampanya antar caleg dan partai perlu dikawal, agar tidak terjadi konflik. Baik internal maupun ekstenal partai. Antar caleg di dalam satu partai pun perlu diantisipasi. Semuanya perlu antisipasi yang sungguh-sungguh," paparnya.
(maf)