Demokrat: Desakan agar Boediono mundur berlebihan

Jum'at, 28 Maret 2014 - 18:06 WIB
Demokrat: Desakan agar...
Demokrat: Desakan agar Boediono mundur berlebihan
A A A
Sindonews.com - Partai Demokrat menilai permintaan sejumlah pihak agar Wakil Presiden (Wapres) Boediono mundur dari jabatan karena masuk daftar saksi di persidangan terdakwa mantan Deputi Gubernur BI IV Bidang Pengelolaan Devisa dan Moneter Budi Mulya, terlalu berlebihan.

"Saya kira keputusan mundur dan tidak, itu sepenuhnya menjadi hak Pak Boediono pribadi. Hanya kalau ada pihak yang menuntut beliau mundur, menurut saya hal tersebut terlalu jauh dan berlebihan. Sebab, proses hukum belum juga terjadi," ungkap Sekretaris DPP Partai Demokrat Farhan Effendy saat dihubungi SINDO di Jakarta, Jumat (28/3/2014).

Dia melanjutkan, kehadiran Boediono di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, atas permintaan Jaksa KPK tentu hanyalah sebagai saksi atas kasus Century dengan terdakwa Budi Mulya. Karenanya, Farhan mengajak semua pihak untuk menghormati hukum dan prosesnya yang sedang berjalan.

"Mari apresiasi sikap Pak Boediono yang kooperatif terhadap lembaga hukum," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua JPU KMS Roni menyampaikan kepada majelis bahwa jaksa akan menghadirkan 66 saksi untuk membuktikan dakwaan terhadap Budi Mulya dalam kasus korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) Bank Century dan proses penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. Usai sidang Roni membenarkan bahwa satu dari 66 saksi itu ada nama Boediono.

"(Boediono) ada dalam daftar yang 66 saksi itu," kata Roni saat ditemui wartawan usai sidang, ketika ditanya apakah nama Boediono ada dalam daftar saksi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Kamis 27 Maret 2014.

Baca berita:
Jadi saksi kasus Century, Boediono diminta mundur
(kri)
Berita Terkait
Eks Deputi Gubernur...
Eks Deputi Gubernur BI Budi Mulya Ajukan Peninjauan Kembali ke MA
Batalkan Putusan PK...
Batalkan Putusan PK Pertama, MA Bebaskan Terpidana Bank Century
International Budget...
International Budget Partnership: Perpu Covid-19 Untuk Kepentingan Elit Ekonomi dan Politik
Mau Punya Mobil Seperti...
Mau Punya Mobil Seperti CEO Toyota? Siap-Siap, Century GRMN SUV Segera Meluncur!
Fahri Sindir Proyek...
Fahri Sindir Proyek Kereta Cepat: Presiden Nyaris Disalahkan karena Talangi Bank Rugi
3 Film yang Memiliki...
3 Film yang Memiliki Alur Cerita Mirip 20th Century Girl, Kisah Cinta Pertama Berakhir Nyesek
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved