Umat Hindu diharamkan golput!
Senin, 24 Maret 2014 - 16:51 WIB
Umat Hindu diharamkan golput!
A
A
A
Sindonews.com - Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Klaten meminta seluruh umatnya tidak golput dalam Pemilu 9 April 2014. Pasalnya, golput tidak dapat mengubah Indonesia menjadi lebih baik.
Pengurus PHDI Klaten I Wayan Sahipiarta menyebutkan, jika nantinya umat Hindu banyak yang golput, maka sama saja warga itu membiarkan orang yang bukan pilihannya menjadi pemimpin negara. Dikhawatirkan, hal itu akan membuat Indonesia lebih menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Jangan sampai negara ini dipimpin oleh orang-orang yang bukan pilihan kita, seperti apapun calonnya, kita dukung sesuai pilihan masing-masing," ucapnya, kepada wartawan, Senin (24/3/2014).
Pria yang akrab disapa Wayan ini menambahkan, setiap calon pemimpin pastinya memiliki kekurangan dan kelebihan. Dengan kelebihan dan kekurangan itu, nantinya bisa dibenahi melalui kritik-kritik yang membangun saat mereka terpilih.
"Yang penting kita memilih sesuai dengan hati kita, tanpa perlu adanya paksaan. Jika nanti mereka berbuat kurang baik, tugas kita adalah meluruskan," terangnya.
Pihaknya menyebutkan, untuk menekan angka golput, pihaknya terus menginformasikan kepada masyarakat akan hal tersebut. Sosialiasi itu dia lakukan melalui forum-forum yang diadakan oleh kelompok-kelompok agama Hindu di Kabupaten Klaten.
Sementara itu, Kepala Divisi Pemungutan Suara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Klaten Joko Hadi Siswanto meminta agar masyarakat menyuarakan aspirasinya dalam pemilu mendatang.
Menurutnya, sekecil apapun aspirasi yang diberikan oleh masyarakat, pastinya akan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan Indonesia di masa datang.
Pengurus PHDI Klaten I Wayan Sahipiarta menyebutkan, jika nantinya umat Hindu banyak yang golput, maka sama saja warga itu membiarkan orang yang bukan pilihannya menjadi pemimpin negara. Dikhawatirkan, hal itu akan membuat Indonesia lebih menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Jangan sampai negara ini dipimpin oleh orang-orang yang bukan pilihan kita, seperti apapun calonnya, kita dukung sesuai pilihan masing-masing," ucapnya, kepada wartawan, Senin (24/3/2014).
Pria yang akrab disapa Wayan ini menambahkan, setiap calon pemimpin pastinya memiliki kekurangan dan kelebihan. Dengan kelebihan dan kekurangan itu, nantinya bisa dibenahi melalui kritik-kritik yang membangun saat mereka terpilih.
"Yang penting kita memilih sesuai dengan hati kita, tanpa perlu adanya paksaan. Jika nanti mereka berbuat kurang baik, tugas kita adalah meluruskan," terangnya.
Pihaknya menyebutkan, untuk menekan angka golput, pihaknya terus menginformasikan kepada masyarakat akan hal tersebut. Sosialiasi itu dia lakukan melalui forum-forum yang diadakan oleh kelompok-kelompok agama Hindu di Kabupaten Klaten.
Sementara itu, Kepala Divisi Pemungutan Suara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Klaten Joko Hadi Siswanto meminta agar masyarakat menyuarakan aspirasinya dalam pemilu mendatang.
Menurutnya, sekecil apapun aspirasi yang diberikan oleh masyarakat, pastinya akan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan Indonesia di masa datang.
(san)