Banyak parpol salah kaprah dalam kampanye nasional
Senin, 24 Maret 2014 - 15:19 WIB
Banyak parpol salah kaprah dalam kampanye nasional
A
A
A
Sindonews.com - Memasuki minggu kedua masa kampanye nasional dan rapat umum terbuka, partai politik (parpol) dianggap salah memahami fungsi kampanye.
Bagaimana tidak, seharusnya kampanye yang digelar selama 21 hari tersebut untuk mengenalkan para calon legislatif (caleg) masing-masing parpol, namun justru yang terjadi parpol lebih condong mengenalkan calon presiden.
Wakil Direktur Perkumpulan Pemilu untuk Demokrasi (Perludem) Veri Junaidi mengaku, sejauh ini parpol dianggap salah kaprah dalam memahami konteks kampanye nasional.
Menurutnya, kewajiban parpol mengenalkan para caleg menjadi gugur tatkala kegiatan kampanye didominasi pengenalan bakal capres.
"Ya bisa dibilang salah kaprah soal kampanye (parpol) itu tadi," kata Veri, usai diskusi pemutakhiran Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Bakoel Coffe, Cikini, Jakarta, Senin (24/3/2014).
Veri berharap, para pengurus parpol bisa mengesampingkan dahulu proses pengenalan capres masing-masing parpol. Sebab, hal tersebut sudah ditentukan jadwalnya. Sehingga masyarakat lebih leluasa untuk mengenal para calon legislator tersebut.
"Jadi diharapkan orang bisa memilih caleg bukan didorong memilih calon presiden. Memang momentumnya bukan mendorong calon presiden terlalu dini," ujarnya.
Meski tak diatur dalam regulasi kampanye, tetapi kampanye berdasarkan waktu dan porsinya dianggap penting. Menurutnya, kasus di masyarakat masih banyak kalangan masyarakat maupun calon pemilih yang belum mengenal para calon wakilnya tersebut.
Sehingga, kata dia, keberadaan mereka harus dibantu partai melalui kegiatan kampanye nasional dengan panggung terbuka, atau pun strategi tatap muka langsung kepada masyarakat secara personal.
Bagaimana tidak, seharusnya kampanye yang digelar selama 21 hari tersebut untuk mengenalkan para calon legislatif (caleg) masing-masing parpol, namun justru yang terjadi parpol lebih condong mengenalkan calon presiden.
Wakil Direktur Perkumpulan Pemilu untuk Demokrasi (Perludem) Veri Junaidi mengaku, sejauh ini parpol dianggap salah kaprah dalam memahami konteks kampanye nasional.
Menurutnya, kewajiban parpol mengenalkan para caleg menjadi gugur tatkala kegiatan kampanye didominasi pengenalan bakal capres.
"Ya bisa dibilang salah kaprah soal kampanye (parpol) itu tadi," kata Veri, usai diskusi pemutakhiran Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Bakoel Coffe, Cikini, Jakarta, Senin (24/3/2014).
Veri berharap, para pengurus parpol bisa mengesampingkan dahulu proses pengenalan capres masing-masing parpol. Sebab, hal tersebut sudah ditentukan jadwalnya. Sehingga masyarakat lebih leluasa untuk mengenal para calon legislator tersebut.
"Jadi diharapkan orang bisa memilih caleg bukan didorong memilih calon presiden. Memang momentumnya bukan mendorong calon presiden terlalu dini," ujarnya.
Meski tak diatur dalam regulasi kampanye, tetapi kampanye berdasarkan waktu dan porsinya dianggap penting. Menurutnya, kasus di masyarakat masih banyak kalangan masyarakat maupun calon pemilih yang belum mengenal para calon wakilnya tersebut.
Sehingga, kata dia, keberadaan mereka harus dibantu partai melalui kegiatan kampanye nasional dengan panggung terbuka, atau pun strategi tatap muka langsung kepada masyarakat secara personal.
(maf)