KPAI sayangkan ada tarian erotis saat kampanye
Senin, 24 Maret 2014 - 14:13 WIB
KPAI sayangkan ada tarian erotis saat kampanye
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan pelanggaran kampanye terhadap eksploitasi anak di bawah umur terus meningkat, saat kegiatan kampanye nasional dan rapat umum terbuka berlangsung.
Hal itu dikatakan Komisioner KPAI, Susanto. Menurutnya, yang terjadi justru bertambah, bentuk eksploitasi itu semakin variatif. Partai politik (parpol) selain melibatkan anak kecil saat kampanye, juga adanya menyuguhkan adegan erotis.
"Bahkan yang sangat ironi adalah adanya adegan erotis bernuansa pornografi (pornoaksi) terjadi di sejumlah titik lokasi kampanye," kata Susanto kepada wartawan, di Jakarta, Senin (24/3/2014).
Dia melanjutkan, hal yang paling mengkhawatirkan dari adegan erotis tersebut, dipertontonkan di depan umum dan anak yang masih di bawah umur. Karena itu, KPAI meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta lembaga lainnya, menindak hal tersebut.
Selain itu, Susanto mengungkapkan, bentuk lain adalah, soal bagi-bagi uang terhadap anak kecil oleh parpo, peserta pemilu saat kampanye. Menurutnya, hal itu tak ada hubungannya dengan pendidikan politik bagi 'bocah' kecil.
Bagi KPAI, alasan tersebut tidak sama sekali tidak bisa ditolerir. "Efek negatif bagi pembentukan mental anak yang koruptif. Anak akan berasumsi bahwa politik itu dekat dengan uang. Ini akan berbahaya bagi mentalitas anak Indonesia ke depan," ujarnya.
Untuk hal tersebut, KPAI mendesak kepada Bawaslu dan Panwaslu se-Indonesia, agar bergerak cepat untuk menindak tegas terhadap calon legislatif yang mengkondisikan adegan erotis di depan anak-anak, serta memberikan uang kepada anak dalam masa kampanye kali ini.
Hal itu dikatakan Komisioner KPAI, Susanto. Menurutnya, yang terjadi justru bertambah, bentuk eksploitasi itu semakin variatif. Partai politik (parpol) selain melibatkan anak kecil saat kampanye, juga adanya menyuguhkan adegan erotis.
"Bahkan yang sangat ironi adalah adanya adegan erotis bernuansa pornografi (pornoaksi) terjadi di sejumlah titik lokasi kampanye," kata Susanto kepada wartawan, di Jakarta, Senin (24/3/2014).
Dia melanjutkan, hal yang paling mengkhawatirkan dari adegan erotis tersebut, dipertontonkan di depan umum dan anak yang masih di bawah umur. Karena itu, KPAI meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta lembaga lainnya, menindak hal tersebut.
Selain itu, Susanto mengungkapkan, bentuk lain adalah, soal bagi-bagi uang terhadap anak kecil oleh parpo, peserta pemilu saat kampanye. Menurutnya, hal itu tak ada hubungannya dengan pendidikan politik bagi 'bocah' kecil.
Bagi KPAI, alasan tersebut tidak sama sekali tidak bisa ditolerir. "Efek negatif bagi pembentukan mental anak yang koruptif. Anak akan berasumsi bahwa politik itu dekat dengan uang. Ini akan berbahaya bagi mentalitas anak Indonesia ke depan," ujarnya.
Untuk hal tersebut, KPAI mendesak kepada Bawaslu dan Panwaslu se-Indonesia, agar bergerak cepat untuk menindak tegas terhadap calon legislatif yang mengkondisikan adegan erotis di depan anak-anak, serta memberikan uang kepada anak dalam masa kampanye kali ini.
(maf)