Megawati nilai pemerintah tidak serius
Minggu, 23 Maret 2014 - 04:18 WIB
Megawati nilai pemerintah tidak serius
A
A
A
Sindonews.com- Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengatakan pengelolaan sumber daya alam tidak optimal karena rakyat tidak pernah diberi pendidikan yang benar.
Saat berbicara di hadapan ribuan kader dan simpatisan PDIP, Megawati mengatakan banyak hal yang mestinya bisa dilakukan bangsa ini namun justru tidak dilakukan.
"Sekarang saya tanya, berapa banyak bahan pangan kita yang sebenarnya dapat diolah petani kita dengan baik, sekarang justru diimpor, didatangkan dari negara lain?" tanya Megawati saat kampanye terbuka di Lapangan Blahkiuh Abiansemal Badung, Bali, Sabtu (22/3/2014).
Menurut dia, hal tersebut tidak terjadi jika pemerintah mau bekerja serius. Apalagi dari perjalanannya keliling daerah, dia melihat banyak hamparan sawah hasil jerih payah petani yang mampu menghasilkan beras.
Dia mencontohkan Bali, petaninya bersusah payah, bekerja keras mengurusi sawahnya. "Saya kagum dengan Bali, sawahnya indah dengan subaknya. Lalu mengapa ada sebuah keputusan yang dilakukan bahwa kita selalu kekurangan beras, karenanya kita butuh impor," tanya Mega.
Hadir dalam kampanya rapat terbuka itu jurkamnas Rano Karno, Puan Maharani dan fungsionaris DPP Hasto Kristianto.
Saat berbicara di hadapan ribuan kader dan simpatisan PDIP, Megawati mengatakan banyak hal yang mestinya bisa dilakukan bangsa ini namun justru tidak dilakukan.
"Sekarang saya tanya, berapa banyak bahan pangan kita yang sebenarnya dapat diolah petani kita dengan baik, sekarang justru diimpor, didatangkan dari negara lain?" tanya Megawati saat kampanye terbuka di Lapangan Blahkiuh Abiansemal Badung, Bali, Sabtu (22/3/2014).
Menurut dia, hal tersebut tidak terjadi jika pemerintah mau bekerja serius. Apalagi dari perjalanannya keliling daerah, dia melihat banyak hamparan sawah hasil jerih payah petani yang mampu menghasilkan beras.
Dia mencontohkan Bali, petaninya bersusah payah, bekerja keras mengurusi sawahnya. "Saya kagum dengan Bali, sawahnya indah dengan subaknya. Lalu mengapa ada sebuah keputusan yang dilakukan bahwa kita selalu kekurangan beras, karenanya kita butuh impor," tanya Mega.
Hadir dalam kampanya rapat terbuka itu jurkamnas Rano Karno, Puan Maharani dan fungsionaris DPP Hasto Kristianto.
(dam)