Atribut kampanye bergambar Soekarno dirusak

Selasa, 18 Maret 2014 - 22:57 WIB
Atribut kampanye bergambar...
Atribut kampanye bergambar Soekarno dirusak
A A A
Sindonews.com - Atribut kampanye bergambar Soekarno dirusak oleh oknum tak bertanggung jawab di wilayah kabupaten Kuningan, Jawa Barat (Jabar).

Dugaan ini muncul karena perusakan tersebut memiliki kemiripan satu sama lain yaitu, terdapat bekas sobekan seperti alat pisau potong.

Ternyata, atribut kampanye yang dirusak itu merupakan milik cucu Bung Karno, Puti Guntur Soekarno (PGS) yang merupakan Caleg DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

"Menyayangkan atas terjadinya perusakan banner Puti Guntur Soekarno sebagaimana yang terjadi di beberapa titik pemasangan atribut di Desa Sangkanhurip Kecamatan Cigandamekar, Desa Cikahuripan Kecamatan Maleber, Desa Lebaksiuh Kecamatan Ciawigebang," kata Koordinator Tim Banteng PGS Kabupaten Kuningan, Janu Wijayanto ketika dihubungi wartawan, Selasa (18/3/2014) malam.

Menurut Janu, pemilu merupakan pesta demokrasi. Demokrasi merupakan kebebasan tertinggi yang diberikan negara untuk tiap warga negaranya. Maka semestinya, semua kontestan pemilu dapat menjaga proses demokrasi dengan saling menghormati alat peraga dari kontestan pemilu lainnya, dan tidak merusaknya.

"Prinsip fairness and maturity (kejujuran dan kedewasaan) dalam berpolitik sebagai syarat demokratisasi harus dijaga," ujarnya.

Janu sangat menyayangkan karena yang dirusak bukan hanya gambar PGS, dan Megawati soekarnoputri saja. Gambar Bapak Proklamasi atau founding fathers Soekarno pun ikut dirusak.

Padahal, Bung Karno merupakan salah satu pejuang yang membebaskan negara Indonesia dari penjajahan, dan eksis hingga saat ini.

"Padahal Bung Karno mengajarkan, pemilu hanyalah satu cara konstitusional untuk rekrutmen politik menentukan kepemimpinan bukan tujuan akhir, yang tak kalah penting adalah perjuangan mewujudkan cita-cita nasionalnya," jelas Janu.

Oleh karena itu, Tim Banteng PGS mendorong, agar Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kuningan, bertindak proaktif dalam menegakkan aturan pemilu, dan meminimalisir pelanggaran pemilu. "Demi terwujudnya mutu demokrasi yang lebih baik," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
PDIP Akan Ekspose Prestasi...
PDIP Akan Ekspose Prestasi Kepemimpinan 3 Pilar Partai ke Publik
Romo Benny Sebut PDIP...
Romo Benny Sebut PDIP Partai Modern yang Kekuatannya pada Struktur Organisasi
PDIP Gelar Banteng Ride...
PDIP Gelar Banteng Ride and Night Run, 500 Orang Daftar
PDIP Akan Serap Aspirasi...
PDIP Akan Serap Aspirasi Rakyat Sebelum Bertemu Parpol Lain
Berita Terkini
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
Infografis
Mahkamah Konstitusi:...
Mahkamah Konstitusi: Foto Kampanye Tidak Boleh Dipoles Pakai AI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved