Soal Batutulis, Sabam akan tanya ke Mega
Minggu, 16 Maret 2014 - 17:04 WIB
Soal Batutulis, Sabam akan tanya ke Mega
A
A
A
Sindonews.com - Politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sabam Sirait membantah Perjanjian Batutulis berisi komitmen partainya mendukung Prabowo Subianto pada 2014.
Menurut Sabam, pertemuan menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 itu hanya membicarakan tentang koalisi kedua partai. Kendati begitu, dia menandaskan akan menanyakan kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mengenai hal itu.
"Setahu saya tidak ada perjanjian seperti itu di Batutulis. Kalau ada pertemuan lanjutan yang menyatakan seperti itu, saya tidak tahu. Nanti saya tanya Mega," tuturnya usai berbicara dalam diskusi di Cikini, Jakarta, Minggu (17/3/2014).
Sabam mengungkapkan, saat itu pertemuan antara PDIP dan Partai Gerindra dihadiri enam orang pengurus masing masing. "Seingat saya yang hadir dari PDIP, Ibu Mega, Almarhum Taufiq Kiemas, Pramono Anung, Tjahyo Kumolo, dan saya. Sementara dari Gerindra ada Prabowo dan adiknya, Hasyim, Fadli Zon. Itu yang saya ingat," ucap Sabam.
Sabam menandaskan perjanjian Batutulis perlu ditegaskan ulang kepada publik. Menurutnya, publik wajib mengetahui bahwa pertemuan tersebut tidak sama sekali membahas soal PDIP akan mengusung Prabowo sebagai capres 2014.
Dia menilai isu Batutulis sebagai sesuatu yang aneh karena berhembus saat PDIP mengukuhkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres. Cara itu lebih mudah dipandang sebagai cara menjegal pencapresan Jokowi. "Kami PDIP dan Jokowi akan siap menghadapi tantangan lawan-lawan capres Jokowi untuk pemilu 2014," katanya.
Menurut Sabam, pertemuan menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 itu hanya membicarakan tentang koalisi kedua partai. Kendati begitu, dia menandaskan akan menanyakan kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mengenai hal itu.
"Setahu saya tidak ada perjanjian seperti itu di Batutulis. Kalau ada pertemuan lanjutan yang menyatakan seperti itu, saya tidak tahu. Nanti saya tanya Mega," tuturnya usai berbicara dalam diskusi di Cikini, Jakarta, Minggu (17/3/2014).
Sabam mengungkapkan, saat itu pertemuan antara PDIP dan Partai Gerindra dihadiri enam orang pengurus masing masing. "Seingat saya yang hadir dari PDIP, Ibu Mega, Almarhum Taufiq Kiemas, Pramono Anung, Tjahyo Kumolo, dan saya. Sementara dari Gerindra ada Prabowo dan adiknya, Hasyim, Fadli Zon. Itu yang saya ingat," ucap Sabam.
Sabam menandaskan perjanjian Batutulis perlu ditegaskan ulang kepada publik. Menurutnya, publik wajib mengetahui bahwa pertemuan tersebut tidak sama sekali membahas soal PDIP akan mengusung Prabowo sebagai capres 2014.
Dia menilai isu Batutulis sebagai sesuatu yang aneh karena berhembus saat PDIP mengukuhkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres. Cara itu lebih mudah dipandang sebagai cara menjegal pencapresan Jokowi. "Kami PDIP dan Jokowi akan siap menghadapi tantangan lawan-lawan capres Jokowi untuk pemilu 2014," katanya.
(dam)