Nyapres, kepercayaan masyarakat pada Jokowi rusak

Sabtu, 15 Maret 2014 - 19:49 WIB
Nyapres, kepercayaan...
Nyapres, kepercayaan masyarakat pada Jokowi rusak
A A A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dianggap tak amanah, karena mencalonkan diri sebagai Calon Presiden (Capres) 2014. Sumpah jabatan Gubernur sangat jelas, berjanji menyelesaikan jabatan dari periode yang
ditentukan.

"Ini baru satu tahun lebih, tugas masih menumpuk, program dan janji politik belum selesai. Maka belum pantas Jokowi turun sebagai Calon Presiden 2014," kata pengamat hukum dan tata negara Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Iwan Satriawan, di Yogyakarta, Sabtu (15/3/2014).

Ditinjau dari hak, tak ada masalah Jokowi Capres 2014, karena semua orang berhak. Bahkan PDIP juga berhak mencalonkan siapapun, termasuk mantan Wali Kota Solo itu. Hanya saja, pencapresan Jokowi dianggap tidak pantas.

"Jokowi belum selesai dengan janjinya pada warga Jakarta, belum selesai sumpah jabatannya, belum terealisasikan programnya dengan baik," ucap Iwan.

Warga Ibu Kota Jakarta dulu memilih Jokowi untuk menyelesaikan masalah kemacetan, banjir, kemiskinan, kesenjangan, dan lainnya. Tapi buktinya 30 persen program Jokowi belum terselesaikan. "Keputusan itu sebenarnya dapat merusak kepercayaan masyarakat Jakarta. Mereka dulunya percaya pada Jokowi, tapi Jokowi tidak amanah," jelasnya.

Menurutnya, Jokowi sebaiknya menyelesaikan janji politik dan sumpah jabatannya pada masyarakat Jakarta dulu. Setelah itu, pada pemilu 2019 barulah Jokowi maju sebagai calon presiden.

"Jokowi menurut saya kalau memang sudah sukses menyelesaikan masalah Jakarta. Pemilu 2019 baru turun, bukan sekarang. Karena sekarang tidak pantas secara kepatutan, pemimpin itu harus amanah," paparnya.

Iwan mengajak masyarakat untuk lebih teliti dalam memilih pemimpin di Pemilu 2014. Menurutnya, masyarakat harus melihat sikap, kepribadian dan sepak terjang pemimpin, dengan cara banyak membaca dan menganalisa. "Saya harap masyarakat jangan terpengaruh janji politik, politik uang dari caleg atau tim sukses. Lihat dengan jernih untuk menentukan pemimpin kita lima tahun mendatang," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
PDIP Akan Ekspose Prestasi...
PDIP Akan Ekspose Prestasi Kepemimpinan 3 Pilar Partai ke Publik
Romo Benny Sebut PDIP...
Romo Benny Sebut PDIP Partai Modern yang Kekuatannya pada Struktur Organisasi
PDIP Gelar Banteng Ride...
PDIP Gelar Banteng Ride and Night Run, 500 Orang Daftar
PDIP Akan Serap Aspirasi...
PDIP Akan Serap Aspirasi Rakyat Sebelum Bertemu Parpol Lain
Berita Terkini
Laporan Gratifikasi...
Laporan Gratifikasi Menhut Raja Juli Ditolak, KPK Ungkap Alasannya
Polisi Pastikan Emas...
Polisi Pastikan Emas 74 Kg Sitaan dari Rumah Febrie Adriansyah Asli
Don Ritto Bungkam saat...
Don Ritto Bungkam saat Dilimpahkan ke Kejagung, Ini Penampakannya
Febrie Adriansyah Mulai...
Febrie Adriansyah Mulai Diperiksa Kejagung, Hotman Paris: Sebagai Tersangka
Laporan Amplop Menhut...
Laporan Amplop Menhut Raja Juli, KPK: Yang Dilaporkan hanya Berita Acara Pengembalian, Nominalnya Tidak
4 WNI ABK Disandera...
4 WNI ABK Disandera Perompak Somalia, Menteri P2MI Koordinasi dengan Kemlu untuk Pembebasan
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved