Timwas Century: Ada aktor utama di balik Boediono
Sabtu, 08 Maret 2014 - 14:01 WIB
Timwas Century: Ada aktor utama di balik Boediono
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Presiden (Wapres) Boediono disebut sekira 65 kali dalam surat dakwaan mantan Deputi IV Bank Indonesia (BI) Budi Mulya, saat sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.
Meski belum jelas peran dan status Boediono dalam bailout Bank Century senilai Rp6,7 triliun itu, namun kalangan Tim Pengawas (Timwas) Century menilai, Boediono pantas dipanggil dan dimintai keterangan oleh Timwas.
Anggota Timwas Century Bambang Soesatyo menilai, Boediono hanyalah pemain figuran. Dia menduga ada aktor utama dibelakang Boediono, dalam memutuskan Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan kebijakan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.
"Dia (Boediono) jadi Wapres (Wakil Presiden), itu mungkin penghargaan. Kalau di runut secara jujur, ada kait mengait, sesungguhnya ada otak, aktor Century untuk kepentingan politik tertentu, ini bisa saja bukan Boediono, ada aktornya," kata Bambang saat diskusi Polemik Sindo, di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/3/2014).
Dia pun menampik alasan Boediono yang selama ini, kebijakan bailout Century untuk selamatkan ekonomi Indonesia. Politikus Partai Golkar ini menduga, ada motif keuntungan di balik kebijakan Boediono yang kala itu menjabat Gubernur Bank Indonesia (BI).
"Jelas peran Pak Boediono, walaupun dia selalu katakan tidak, tapi faktanya bukan selamatkan ekonomi nasional, dan selamatkan dana tertentu, dan selamatkan diri sendiri karena telah beri FPJP sebelumnya," ungkap Bambang.
Bukan itu saja, Bambang sepakat dengan pernyataan mantan Menteri Koordinator Perekonomian Rizal Ramli, yang menganggap proses bailout Century penuh dengan rekayasa dan kejanggalan.
"Kalau mengacu pernyataan Rizal Ramli, di tim sembilan sudah ada nama-nama, tapi saat mau diketok palu berubah (nama-nama itu). Tapi saya tidak mau bersangka-sangka, ini hanya naluri politik," tambahnya.
Sidang perdana Century, 65 kali nama Boediono disebut
Meski belum jelas peran dan status Boediono dalam bailout Bank Century senilai Rp6,7 triliun itu, namun kalangan Tim Pengawas (Timwas) Century menilai, Boediono pantas dipanggil dan dimintai keterangan oleh Timwas.
Anggota Timwas Century Bambang Soesatyo menilai, Boediono hanyalah pemain figuran. Dia menduga ada aktor utama dibelakang Boediono, dalam memutuskan Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan kebijakan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.
"Dia (Boediono) jadi Wapres (Wakil Presiden), itu mungkin penghargaan. Kalau di runut secara jujur, ada kait mengait, sesungguhnya ada otak, aktor Century untuk kepentingan politik tertentu, ini bisa saja bukan Boediono, ada aktornya," kata Bambang saat diskusi Polemik Sindo, di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/3/2014).
Dia pun menampik alasan Boediono yang selama ini, kebijakan bailout Century untuk selamatkan ekonomi Indonesia. Politikus Partai Golkar ini menduga, ada motif keuntungan di balik kebijakan Boediono yang kala itu menjabat Gubernur Bank Indonesia (BI).
"Jelas peran Pak Boediono, walaupun dia selalu katakan tidak, tapi faktanya bukan selamatkan ekonomi nasional, dan selamatkan dana tertentu, dan selamatkan diri sendiri karena telah beri FPJP sebelumnya," ungkap Bambang.
Bukan itu saja, Bambang sepakat dengan pernyataan mantan Menteri Koordinator Perekonomian Rizal Ramli, yang menganggap proses bailout Century penuh dengan rekayasa dan kejanggalan.
"Kalau mengacu pernyataan Rizal Ramli, di tim sembilan sudah ada nama-nama, tapi saat mau diketok palu berubah (nama-nama itu). Tapi saya tidak mau bersangka-sangka, ini hanya naluri politik," tambahnya.
Sidang perdana Century, 65 kali nama Boediono disebut
(maf)