Kurangi nuansa politis, seleksi hakim harus transparan

Selasa, 04 Maret 2014 - 07:01 WIB
Kurangi nuansa politis,...
Kurangi nuansa politis, seleksi hakim harus transparan
A A A
Sindonews.com - Komisi III DPR telah membentuk tim pakar untuk menyeleksi hakim konstitusi. Untuk itu dalam seleksi ini, diharapkan tim pakar maupun Komisi III bersikap transparan.

Hal tersebut dikatakan praktisi hukum dari Koalisi Pemantau Peradilan Iskandar Sonhadji. Menurutnya, dengan transparansi tersebut, bisa mengurangi adanya nuansa politis dari seleksi hakim konstitusi tersebut.

"Harus ada transparansi dalam pengujian yang dilakukan tim pakar terhadap calon hakim konstitusi tersebut. Sehingga adanya unsur politis dalam pemilihan hakim konstitusi ini bisa diminimalisir," kata Iskandar saat dihubungi Sindonews, Senin 3 Maret 2014 malam.

"Seleksi hakim konstitusi saat ini bisa dibilang dalam kondisi darurat. Karena itu, hakim dengan figur negarawanan harus dipunyai calon hakim MK (Mahkamah Konstitusi)," imbuhnya.

Sebelumnya, Koalisi Masyarakat Sipil Penyelamat Mahkamah Konstitusi (MK) menilai, proses pendaftaran hakim konstitusi di DPR buruk karena singkatnya waktu pendaftaran.

"Secara tiba-tiba dan tanpa informasi yang cukup memadai, Komisi III DPR kemudian membuka pendaftaran seleksi hakim konstitusi untuk menggantikan Akil Mochtar dan Harjono," kata anggota koalisi, Erwin Natosmal Oemar dalam konferensi persnya di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu 2 Maret.

Ia juga menyayangkan kurang terbukanya informasi mengenai pendaftaran calon hakim konstitusi tersebut. "Apalagi di website resmi Komisi III DPR, tidak ditemukan pula pengumuman secara resmi terkait hakim konstitusi tersebut," tegasnya.
(maf)
Berita Terkait
Survey Sentimen Publik...
Survey Sentimen Publik atas Putusan MK Soal Ambang Batas Presiden
Tanpa Proses Kocok Ulang,...
Tanpa Proses Kocok Ulang, Saldi Isra Kembali Jabat Hakim MK
Jelang Putusan Dugaan...
Jelang Putusan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim MK, Begini Kondisi Terkini di Gedung Mahkamah Konstitusi
Akademisi Nilai MK Terancam...
Akademisi Nilai MK Terancam Jadi Lembaga Perusak Konstitusi
MK Tolak Gugatan Syarat...
MK Tolak Gugatan Syarat Usia Minimal Hakim Konstitusi 55 Tahun
Putusan MK Diharapkan...
Putusan MK Diharapkan Diterima Semua Pihak
Berita Terkini
Kejagung Bongkar Modus...
Kejagung Bongkar Modus Rekayasa Uji Lab untuk Ekspor Ilegal Logam Tanah Jarang
Legislator PKB Dukung...
Legislator PKB Dukung Danantara Bongkar Dugaan Fraud Bertahun-tahun di Pos Indonesia
Penggugat Ijazah Jokowi...
Penggugat Ijazah Jokowi Minta 9 Tergugat Akui Salah dan Minta Maaf
Kejagung Tahan 3 Tersangka...
Kejagung Tahan 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Pertambangan Nonlogam
Ucapan Yang Mulia Takut...
Ucapan Yang Mulia Takut Ya Berbuntut Panjang, 2 Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi
Prabowo dan Modi Resmikan...
Prabowo dan Modi Resmikan Kerja Sama Indonesia-India untuk Konservasi Candi Prambanan
Infografis
Ukraina Harus Setor...
Ukraina Harus Setor Logam Tanah Jarang jika Ingin Dibantu AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved