Dana kampanye terkecil, Sutiyoso tetap 'pede'

Senin, 03 Maret 2014 - 17:11 WIB
Dana kampanye terkecil,...
Dana kampanye terkecil, Sutiyoso tetap 'pede'
A A A
Sindonews.com - Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sutiyoso tetap percaya diri akan menjadi partai politik (parpol) dengan perolehan suara mayoritas pada Pileg 9 April 2014 mendatang. Padahal parpol yang dipimpinnya merupakan peserta Pileg dengan kepemilikan dana kampanye terkecil, yakni hanya sekira Rp16 miliar.

“Uang bukan penentu kemenangan bagi partai politik. Terpenting bagi PKPI adalah konsolidasi dan memperbanyak silaturahmi dengan masyarakat. Sebab dengan langkah seperti inilah kemenangan bisa diraih. Oleh karena itu, strategi ini wajib dijalankan oleh setiap caleg dari PKPI,” tegas Sutiyoso saat menghadiri perayaan Harlah PKPI ke-15 di Kota Sukabumi, Jawa Barat, Senin (3/3/2014).

Mantan Gubernur DKI ini mengaku, keterbatasan dana kampanye yang dimiliki parpolnya ini lebih disebabkan faktor ketentuan PKPI yang tidak memungut dana pendaftaran saat merekrut bakal calon legislatif. Langkah ini diambil semata-mata agar para kader yang menjadi caleg terpilih pada pileg mendatang, terhindar dari jeratan tindak pidana korupsi.

“Saya ingin PKPI menjadi partai yang bersih. Andai saja setiap caleg dipungut uang, tidak menutup kemungkinan pada saat yang bersangkutan terpilih menjadi wakil rakyat maka akan selalu berupaya untuk mengembalikan modal yang sudah dikeluarkan selama berkampanye, ujung-ujungnya tentu saja akan korupsi,” dalih Sutiyoso.

Sementara itu, dalam pidato politiknya di hadapan ratusan warga pada peringatan Harlah PKPI ke-15 yang berlangsung di Jalan Lingkar Selatan Kota Sukabumi, Sutiyoso mengingatkan agar warga tidak terbujuk iklan televisi yang menayangkan pasang capres dan cawapres. Sebab iklan-iklan politik itu tidak selamanya menggambarkan figur capres atau cawapres sesunguhnya.

“Dalam iklan itu, sang calon digambarkan pura-pura miskin. Padahal sejak lahir sampai dewasa, calon tersebut sudah menjadi orang kaya. Untuk itulah saya ingatkan lagi agar warga tidak terbius oleh iklan seperti itu."

"Pilihlah calon pemimpin negara yang berasal dari kalangangan masyarakat miskin. Sebab, biasanya orang-orang ini akan mudah tersentuh melihat penderitaan rakyat,” bebernya seraya menyatakan kesiapannya untuk menjadi capres mendatang.
(kri)
Berita Terkait
PKPI Ganti Nama, Berikut...
PKPI Ganti Nama, Berikut Daftar Tokoh di Kepengurusan Baru PKP
Mendadak Sekjen PKP...
Mendadak Sekjen PKP Dukung Penuh Desakan Munaslub, Ada Apa?
Partai Gelora Berpeluang...
Partai Gelora Berpeluang Merepotkan PKS, Ini Analisanya
Partai Gelora Indonesia...
Partai Gelora Indonesia Berpotensi Gerus Basis Massa PKS
Sakit Keras, Putra Pahlawan...
Sakit Keras, Putra Pahlawan Pembebasan Irian Barat Dibawa ke RSPAD
Penerapan Pilkada Diharapkan...
Penerapan Pilkada Diharapkan Bisa Dilakukan Secara Asimetris
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved