Partai Gelora Indonesia Berpotensi Gerus Basis Massa PKS

Rabu, 20 Mei 2020 - 13:51 WIB
loading...
Partai Gelora Indonesia...
Partai Gelora Indonesia. Istimewa
A A A
JAKARTA - Ormas Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia resmi menjadi partai politik setelah mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Hukum dan HAM. Dengan demikian partai besutan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M Anis Matta itu telah sah menjadi parpol di Indonesia.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menganggap, keberadaan Gelora sangat potensial menggerus suara PKS. Anis Matta dan Fahhri Hamzah tokoh sentral yang mempunyai gerbong di PKS. "Meski begitu, PKS punya cara biar pemilihnya tak goyang," ujar Adi saat dihubungi SINDOnews, Rabu (20/5/2020).

Menurut Adi, untuk memagari para kader PKS tak lari ke Gelora, salah satunya memecat kader yang dianggap mbalelo untuk mengamputasi pengaruh Anis Cs. Buktinya, suara Pileg PKS naik signifikan justru di tengah perseteruan dengan Fahri Dkk. (Baca juga: Partai Gelora Indonesia Kantongi SK Menkumham ).

Di sisi lain, menurut Adi, jika Gelora mau besar, jangan hanya menyasar ceruk pemilih PKS, tapi harus menggarap market lain yang belum tersentuh. "Karena party ID kita sangat lemah. Masih banyak orang yang tak memutuskan jadi kader/simpatisan parpol tertentu," tandas analis politik asal UIN Jakarta ini. (Baca juga: Parpol Baru Perlu Gaet Tokoh Populer Seperti Gatot Nurmantyo ).
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MK: Parpol Melanggar...
MK: Parpol Melanggar Kuota 30 Persen Keterwakilan Perempuan Bakal Didiskualifikasi
GKSR Minta Revisi UU...
GKSR Minta Revisi UU Pemilu Libatkan Partai Non-Parlemen dan Hapus Parliamentary Threshold
Kader Partai Berkarya...
Kader Partai Berkarya Diminta Mendukung Agenda Pembangunan Nasional
Era Ketua DPC PKB Asal...
Era Ketua DPC PKB Asal Dipilih Sudah Berakhir, Gus Halim: Semua Harus Lulus UKK
Eks Pj Sekda Kupang...
Eks Pj Sekda Kupang Gabung Perindo NTT, Konsolidasi Politik Diperkuat dan Target Rebut Kembali Basis Politik
Pungutan Perpisahan...
Pungutan Perpisahan Dinilai Bebani Orang Tua, Legislator Perindo Minta Disdik Kota Medan Bertindak
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Partai Kecoa Viral di...
Partai Kecoa Viral di India, 350.000 Orang Sudah Mendaftar, Syarat Anggota: Pengangguran dan Malas
Ketua Dewan Pembina...
Ketua Dewan Pembina PSI Banten Minta Seluruh Kader Berkegiatan Bersama Masyarakat
Rekomendasi
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved