Wiranto berharap putusan pemilu serentak bukan intrik politik

Minggu, 26 Januari 2014 - 18:24 WIB
Wiranto berharap putusan...
Wiranto berharap putusan pemilu serentak bukan intrik politik
A A A
Sindonews.com - Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto menegaskan bila partai yang dipimpinnya tidak mempermasalahkan keputusan Mahkamah Konstitusi menggelar Pemilu Legislatif dan Presiden secara bersama-sama di tahun 2019.

Asalkan, kata Capres partai Hanura ini, keputusan tersebut tidak mengandung unsur-unsur atau intrik-intrik politik yang menguntungkan salah satu pihak.

"Kita siap-siap saja. Mau dibarengkan siap, mau tidak dibarengkan monggo. Itukan sudah ada yang memutuskan. Yang penting keputusan itu tidak ada intrik-intrik politik yang menguntungkan salah satu pihak. Yang penting keputusan itu berdasarkan keputusan konstitusi dan pertimbangan untuk kepentingan negara,"jelas Wiranto kepada wartawab di Boyolali,Jawa Tengah, Minggu (26/1/2014).

Menurut Wiranto, terlalu jauh bila harus memikirkan pemilihan bersama yang diputuskan MK tersebut. Sebab, keputusan MK itu baru dijalankan pada 2019 nanti.

Yang terpenting saat ini, ungkap Wiranto, di tahun 2014 inilah masyarakat Indonesia tidak boleh main-main dan berspekulasi untuk memilih pemimpin nasional. Apalagi, era 2014 Indonesia menghadapai persaingan dunia yang semakin ketat. Sehingga harus ada nahkoda yang dapat dipercaya arahnya untuk membawa 247 rakyat Indonesia bersaing dengan negara lain.

"Kita tidak boleh main-main, tidak boleh berspekulasi untuk memilih pemimpin nasional. Mengapa? Karena persaingan dunia itu semakin ketat. Harus ada nahkoda yang dapat dipercaya arahnya untuk membawa 247 juta manusia Indonesia untuk bisa bersaing dengan negara lain," papar Wiranto.

Sehingga memilih pemimpin tidak boleh asal-asalan. Namun pemimpin yang dipilih itu harus memiliki pengalaman, memiliki ilmu serta memiliki keahlian. Yang paling utama, tambah Wiranto, pemimpin bangsa yang besar ini harus jelas arahnya.

"Punya pengalaman, punya ilmu, punya keahlian dapat dipercaya. Dan jelas arahnya. Itu yang selalu saya wanti-wanti siapapun yang terpilih, kita harapkan pilihan tersebut demokratis yang jujur dan transparan," pungkasnya.

Baca berita:
Pemilu serentak minimalisir politik transaksional
(kri)
Berita Terkait
Kawal Pilpres Berintegritas,...
Kawal Pilpres Berintegritas, MK Sebaiknya Tunda Sidang Uji Materi UU Pemilu
Tegas! Ganjar Bakal...
Tegas! Ganjar Bakal Revisi UU Cipta Kerja jika Menang Pilpres 2024
Tegaskan Presiden Punya...
Tegaskan Presiden Punya Hak Berkampanye, Jokowi: Jangan Ditarik ke Mana-mana
Prabowo-Gibran Menang...
Prabowo-Gibran Menang Pilpres, Ketua Umum Relawan Betawi RPG Singgung UU DKJ
Dorong Revisi UU Pemilu,...
Dorong Revisi UU Pemilu, PKS Tidak Ingin Ada Politik Identitas di Pilpres
Profil Almas, Penggugat...
Profil Almas, Penggugat UU Pemilu yang Buka Jalan Gibran Maju di Pilpres 2024
Berita Terkini
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Delegasi Indonesia Soroti...
Delegasi Indonesia Soroti Kerja Paksa Myanmar dan Krisis Rohingya di Sidang ILO Jenewa
Demi Framing, Pengamat...
Demi Framing, Pengamat Menilai Jusuf Hamka Catut Nama Mbak Tutut dan TPI ke Polemik CMNP dengan MNC Asia
Panja RUU Polri Sepakati...
Panja RUU Polri Sepakati Usia Pensiun Polisi, Jenderal Bintang 4 Bisa 61 Tahun
Eks Waka BGN Sony Sonjaya...
Eks Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan JC, Sebut 20 Nama Besar Diduga Terlibat Korupsi
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved