Wakil Ketua MPR anggap pemilu serentak tak efisien

Kamis, 23 Januari 2014 - 20:58 WIB
Wakil Ketua MPR anggap...
Wakil Ketua MPR anggap pemilu serentak tak efisien
A A A
Sindonews.com - Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan pemilu serentak dilaksankan pada tahun 2019, namun anggapan akan ada efisiensi anggaran ditepis Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari.

Ketua DPP Partai Golkar ini berpendapat, dengan dilangsungkan bersamaan maka akan banyak calon presiden (capres) yang muncul karena tidak ada lagi ambang batas capres atau presidential threshold (PT), sehingga membuka peluang dilakukan dua putaran.

"Pemilu serentak itu tidak akan ada pemilu presiden satu putaran karena calon banyak. (Misalnya) Ada 10 parpol peserta pemilu, semuanya bisa mengajukan capres," kata Hajriyanto di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (23/1/2014).

"Dari mana pikiran pemilu serentak akan mengakibatkan ketidakborosan atau efisisensi. Pasti dua putaran," sambungnya.

Pemilu dua putaran itu diprediksi bisa terjadi bila pemilu dilakukan serentak karena sampai saat ini syarat seseorang menjadi presiden yakni mendapatkan suara 50 persen plus 1 masih berlaku sesuai undang-undang.

"Karena syarat jadi presiden di Undang-undang Dasar 45, melebihi 50 persen plus satu. (Jadi) Dari segi anggaran tidak argumen efisiensi, hanya beri persamaan bahwa partai besar dan kecil bisa mengajukan capres," tuntasnya.

Sebelumnya, MK memutuskan mengabulkan sebagian permohonan pengujian Undang- undang (UU) Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden (Pilpres) diadakan serentak.

Dalam putusannya, MK menyatakan, pelaksanaan pemilu serentak itu dilakukan mulai berlaku pada 2019 mendatang.

Baca juga: KPU tanggapi putusan pemilu serentak 2019
(ysw)
Berita Terkait
Kawal Pilpres Berintegritas,...
Kawal Pilpres Berintegritas, MK Sebaiknya Tunda Sidang Uji Materi UU Pemilu
Tegas! Ganjar Bakal...
Tegas! Ganjar Bakal Revisi UU Cipta Kerja jika Menang Pilpres 2024
Tegaskan Presiden Punya...
Tegaskan Presiden Punya Hak Berkampanye, Jokowi: Jangan Ditarik ke Mana-mana
Prabowo-Gibran Menang...
Prabowo-Gibran Menang Pilpres, Ketua Umum Relawan Betawi RPG Singgung UU DKJ
Dorong Revisi UU Pemilu,...
Dorong Revisi UU Pemilu, PKS Tidak Ingin Ada Politik Identitas di Pilpres
Profil Almas, Penggugat...
Profil Almas, Penggugat UU Pemilu yang Buka Jalan Gibran Maju di Pilpres 2024
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved