Kunjungi korban bencana, SBY harus bawa solusi
Rabu, 22 Januari 2014 - 09:28 WIB
Kunjungi korban bencana, SBY harus bawa solusi
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mulai mengunjungi sejumlah lokasi bencana, namun kehadirannya itu diharapkan jangan hanya sekadar mengunjungi.
Hal tersebut dikatakan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gerindra, Rachel Maryam Sayidina. Menurutnya, SBY dalam menengok korban bencana, seharusnya memberikan solusi agar kejadian serupa tak terulang.
"Alangkah lebih bermanfaat apabila kehadiran beliau (SBY) juga dibarengi dengan solusi yang tepat untuk penanganan bencana. Baik itu solusi jangka pendek maupun solusi jangka panjang," kata Rachel Maryam saat dihubungi Sindonews, Rabu (22/1/2014).
Ia menyampaikan, kehadiran seorang kepala negara di tengah pengungsi bencana bisa memberikan dampak positif bagi para korban bencana. "Sudah selayaknya presiden memberikan dukungan moral kepada korban dengan kehadirannya," tegasnya.
Kendati demikian, anggota Komisi VI DPR RI ini tetap mengkritik langkah SBY yang baru bisa mengunjungi korban bencana baru-baru ini. "Sudah seharusnya menjadi skala prioritas (SBY) untuk ditanggulangi secara segera," tuntasnya.
Rata-rata 514 jiwa tewas tiap tahun akibat bansor
Istana bantah SBY kesampingkan korban banjir
Hal tersebut dikatakan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gerindra, Rachel Maryam Sayidina. Menurutnya, SBY dalam menengok korban bencana, seharusnya memberikan solusi agar kejadian serupa tak terulang.
"Alangkah lebih bermanfaat apabila kehadiran beliau (SBY) juga dibarengi dengan solusi yang tepat untuk penanganan bencana. Baik itu solusi jangka pendek maupun solusi jangka panjang," kata Rachel Maryam saat dihubungi Sindonews, Rabu (22/1/2014).
Ia menyampaikan, kehadiran seorang kepala negara di tengah pengungsi bencana bisa memberikan dampak positif bagi para korban bencana. "Sudah selayaknya presiden memberikan dukungan moral kepada korban dengan kehadirannya," tegasnya.
Kendati demikian, anggota Komisi VI DPR RI ini tetap mengkritik langkah SBY yang baru bisa mengunjungi korban bencana baru-baru ini. "Sudah seharusnya menjadi skala prioritas (SBY) untuk ditanggulangi secara segera," tuntasnya.
Rata-rata 514 jiwa tewas tiap tahun akibat bansor
Istana bantah SBY kesampingkan korban banjir
(maf)