Sekjen DPR serahkan slip gaji Akil ke KPK

Kamis, 09 Januari 2014 - 18:52 WIB
Sekjen DPR serahkan...
Sekjen DPR serahkan slip gaji Akil ke KPK
A A A
Sindonews.com - Sekretaris Jenderal DPR RI Winantuningtyastiti usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Diperiksa sekira dua jam, dia bercerita panjang lebar terkait pemanggilan dirinya.

Winantuningtyastiti mengaku, menyerahkan dokumen yang terkait dengan mantan Anggota DPR RI Fraksi Golkar Akil Mochtar, tersangka kasus dugaan suap sengketa pemilukada dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Saya kan nyerahin dokumen ya, pengangkatan, pemberhentian, slip gaji penghasilan (terkait Akil), kegiatan beliau selama di DPR dua periode," kata dia di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2013).

Winantuningtyas membeberkan, gaji Akil saat menjadi anggota DPR periode 1999-2004 hanya Rp3,1 juta dan periode 2004-2009 Rp4,2 juta. Tapi jika ditotal dengan tunjangan setiap bulan bisa mencapai Rp42 juta.

"Yang lain-lainnya ya banyak. Tunjangan istri, tunjangan anak, tunjangan beras, ya sekitar itu (Rp42 juta)," tegasnya.

Dalam catatan Kesetjenan DPR RI, selama dua periode jadi anggota DPR, Akil memang banyak mengikuti kegiatan. Semua dokumen terkait Akil pun sudah diserahkan kepada penyidik KPK. "Semuanya terkait kegiatan beliau waktu menjadi anggota DPR," pungkasnya.

Seperti diketahui, Akil Mochtar ditangkap tangan oleh KPK pada 3 Oktober 2013, dalam upaya menerima uang dolar Amerika dan dolar Singapura bernilai hingga Rp3 miliar dari anggota DPR Chairun Nisa dan pengusaha Cornellis Nalau di rumah dinasnya di Kompleks Chandra III, nomor 7, Jakarta Selatan.

KPK mengendus suap terhadap Akil berkaitan penanganan sengketa Pemilukada di Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Di tempat berbeda KPK juga menangkap Bupati Gunung Mas, Hambit Bintih. Akil dan empat orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka.

Belakangan Akil juga dijerat dalam kasus dugaan suap penanganan sengketa Pemilukada Lebak, Banten, yang sudah menyeret Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah dan adiknya Tubagus Chaeri Wardana.

Dalam perkembangannya kemudian, Akil dijerat pasal pencucian uang. Akil disangka telah menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan harta yang diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi.

Baca berita:
KPK minta data lelang untuk usut TPPU Akil
(kri)
Berita Terkait
Gugatan Jaksa Dipecat...
Gugatan Jaksa Dipecat Karena Korupsi Ditolak Mahkamah Konstitusi
Perbedaan Mahkamah Konstitusi...
Perbedaan Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung
Menjaga Martabat Mahkamah...
Menjaga Martabat Mahkamah Konstitusi
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Kembali Diuji
Menimbang Mahkamah Konstitusi...
Menimbang Mahkamah Konstitusi Hari Ini
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi dalam Pusaran Politik
Berita Terkini
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
Poltracking Temukan...
Poltracking Temukan PDIP Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Pakar Hukum: Bisa Timbulkan Persoalan
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved