Capres di luar 'divisi utama' baiknya mundur

Rabu, 01 Januari 2014 - 15:57 WIB
Capres di luar divisi...
Capres di luar 'divisi utama' baiknya mundur
A A A
Sindonews.com - Memasuki tahun 2014 manuver politik para kandidat calon presiden (capres) makin seru. Namun, bagi capres yang hanya masuk divisi dua dan tiga, disarankan tahu diri.

"Itu sah-sah saja. Setiap warga negara Indonesia berhak menjadi kandidat capres, sepanjang memang diperbolehkan oleh undang-undang," kata Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Jafar dalam siaran persnya kepada wartawan, Rabu (1/1/2014).

Kendati demikian, kata Marwan, yang menarik untuk diperhatikan masyarakat Indonesia adalah capres memiliki kelas-kelas tertentu untuk menuju puncak kekuasaan.

"Ada kandidat capres yang masuk kategori 'divisi utama', 'divisi satu', 'divisi dua', atau 'divisi tiga'. Itu kalau kita mencontoh divisi-divisi di sepak bola," kata Ketua Fraksi PKB DPR RI ini.

Terkait hal tersebut, Marwan menilai, kandidat yang masuk dalam divisi utama memang sudah memiliki pengalaman untuk memimpin. Tambahnya, secara finansial capres di divisi tersebut juga sudah mapan.

Sedangkan bagi yang masuk kategori divisi satu, lanjut Marwan, bagaimana caranya supaya bisa masuk divisi utama. Sambungnya, masih ada waktu untuk mengejarnya, tentu dengan kerja sangat super keras.

"Nah, bagi capres yang masuk divisi dua dan tiga, ini yang harus tahu diri, termasuk yang masuk katagori divisi satu. Apalagi yang tidak punya pengalaman politik," katanya.

Mereka tentu sangat kesulitan, jangankan untuk menjadikan anggota DPR RI, anggota DPRD Provinsi atau Kabupaten-Kota, untuk menjadikan seorang Kepala Desa saja belum tentu jadi.

Maka itu, dia mengimbau, capres atau cawapres jangan memaksakan diri kalau tidak punya syarat-syarat sebagaimana kandidat-kandidat yang masuk divisi utama.
(ysw)
Berita Terkait
Moderator Debat Capres...
Moderator Debat Capres 2014 Zainal Arifin Mochtar: 2024 Harus Menarik, Bukan Hanya Nanya dan Dijawab
Revisi UU Desa, Bacapres...
Revisi UU Desa, Bacapres Ganjar dan Puan Ungkap tentang Kesejahteraan
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Rakernas PDIP Rekomendasikan...
Rakernas PDIP Rekomendasikan Perpanjangan Masa Jabatan Kades Jadi 9 Tahun
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
Berita Terkini
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved