KPU luncurkan Silog untuk Pemilu 2014

Selasa, 24 Desember 2013 - 14:28 WIB
KPU luncurkan Silog...
KPU luncurkan Silog untuk Pemilu 2014
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara resmi telah meluncurkan (launching) sistem informasi logistik (Silog) untuk kebutuhan pengadaan logistik Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang.

Dalam hal itu, KPU juga menggandeng kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Badan Informasi Geospasial (GIB).

Ketua KPU Husni Kamil Manik mengatakan, adanya Silog akan menunjang kinerja KPU dalam mengelola data dan informasi penyebaran logistik secara tepat dan akurat.

Bahkan, dengan Silog, proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi logistik bisa berjalan seimbang. Husni mengaku, Silog adalah sistem baru yang dimiliki KPU.

"Kita ingin pastikan, pengelolaan logistik Pemilu 2014 secara jumlah harus tepat, mutunya harus tepat, tujuannya harus tepat, sasarannya harus tepat dan harganya harus tepat. Itu bisa didukung dengan data dan informasi yang akurat," jelas Husni, saat pengenalan Silog, di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa (24/12/2013).

Selain itu, lanjutnya, Silog tersebut akan terintegrasi dengan website informasi data KPU. Di situ, kata Husni, masyarakat langsung bisa mengakses proses penyebaran logistik ke masing-masing daerah.

Adapun yang menjadi kebutuhan logistik seperti kertas surat suara berdasar jumlah DPT yang sudah ditetapkan, plus dua persen. Serta kebutuhan lainnya seperti kebutuhan tinta, segel, formulir, kotak suara, plus jalur distribusi logistiknya.

Dalam teknisnya, untuk mengoptimalkan pola penyebaran logistik, KPU mengaku telah membentuk tim satuan tugas logistik pemilu yang tersebar diseluruh kabupaten/kota. Mereka yang nantinya bertanggung jawab dalam mengunggah data logistik pemilu untuk bisa dilihat oleh publik.

"Saya berharap pengelolaan Silog di KPU provinsi, kabupaten atau kota, senantiasa di-update baik menyangkut data-datanya, maupun informasi lainnya. Sehingga datanya terus menunjukkan progres dan perkembangan yang dibutuhkan dalam proses evaluasi dan kebijakan selanjutnya," tutup Husni.

Ironi, 38,8% pemilih DKI anggap politik uang pantas
(maf)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved