5 langkah agar PKS selamat di Pemilu 2014
Senin, 23 Desember 2013 - 09:10 WIB
5 langkah agar PKS selamat di Pemilu 2014
A
A
A
Sindonews.com - Kasus korupsi impor daging di Kementerian Pertanian yang menyeret mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dinilai akan mempengaruhi posisi partai dakwah ini pada Pemilu 2014. Namun, ada lima langkah yang harus dilakukan oleh PKS agar tetap kompetitif dalam Pemilu 2014.
Menurut Pengamat Politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Muradi, pertama, PKS harus mulai mencari mitra koalisi untuk Pemilu 2014 baik pileg maupun pilpres. Namun, ia meragukan tak banyak parpol yang mau bermitra dengan PKS.
"Harus dipahami juga bahwa PKS sejauh ini dianggap oleh parpol lain sebagai parpol yang sulit dipegang janji dan kerap kali melanggar kesepakatan atas nama rakyat, sehingga perlu langkah dan lobi luar biasa agar tetap kompetitif dan ikut dalam gerbong kekuasaan pasca Pemilu 2014," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Senin (23/12/2013).
Kedua, PKS harus sudah mengindentifikasi kemungkinan parpol-parpol yang dapat dijadikan mitra koalisi agar dapat digalang lebih awal.
Yang ketiga, kata Muradi, PKS harus mengakui bahwa kader internalnya tidak layak jual. Sehingga, akan lebih baik PKS tidak lagi berkeringat untuk memilih kader untuk capres atau cawapres.
"Cukup misalnya mendukung figur yang lebih punya potensi menang, khususnya pada pilpres mendatang," ucap dia.
Keempat, internal PKS harus kembali 'dijahit' agar dukungan masih solid dan tak terkoyak. Hal ini dinilai penting agar PKS paling tidak lolos ambang batas parlemen terlebih dahulu. Agar bisa punya daya tawar politik apabila melakukan lobi dan koalisi politik ke depan.
"Sebab hampir dipastikan PKS akan kehilangan daya tawar ketika tidak mampu lolos ambang batas parlemen," ujar pria yang juga menjadi pengajar dosen Universitas Paramadina ini.
Terakhir atau kelima, PKS meminta maaf pada publik atas segala tindakan dan perilaku politik kadernya yang terlibat kasus korupsi.
"Pengakuan dan permohonan maaf tersebut setidaknya akan menjadi pembeda antara PKS yang partai agama dengan partai lainnya, bukan malah melakukan pembelaan membabi buta," pungkas dia.
Baca berita:
Kader PKS diminta minta maaf atas kasus LHI
PKS sebut TPPU KPK untuk Luthfi kebablasan
Menurut Pengamat Politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Muradi, pertama, PKS harus mulai mencari mitra koalisi untuk Pemilu 2014 baik pileg maupun pilpres. Namun, ia meragukan tak banyak parpol yang mau bermitra dengan PKS.
"Harus dipahami juga bahwa PKS sejauh ini dianggap oleh parpol lain sebagai parpol yang sulit dipegang janji dan kerap kali melanggar kesepakatan atas nama rakyat, sehingga perlu langkah dan lobi luar biasa agar tetap kompetitif dan ikut dalam gerbong kekuasaan pasca Pemilu 2014," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Senin (23/12/2013).
Kedua, PKS harus sudah mengindentifikasi kemungkinan parpol-parpol yang dapat dijadikan mitra koalisi agar dapat digalang lebih awal.
Yang ketiga, kata Muradi, PKS harus mengakui bahwa kader internalnya tidak layak jual. Sehingga, akan lebih baik PKS tidak lagi berkeringat untuk memilih kader untuk capres atau cawapres.
"Cukup misalnya mendukung figur yang lebih punya potensi menang, khususnya pada pilpres mendatang," ucap dia.
Keempat, internal PKS harus kembali 'dijahit' agar dukungan masih solid dan tak terkoyak. Hal ini dinilai penting agar PKS paling tidak lolos ambang batas parlemen terlebih dahulu. Agar bisa punya daya tawar politik apabila melakukan lobi dan koalisi politik ke depan.
"Sebab hampir dipastikan PKS akan kehilangan daya tawar ketika tidak mampu lolos ambang batas parlemen," ujar pria yang juga menjadi pengajar dosen Universitas Paramadina ini.
Terakhir atau kelima, PKS meminta maaf pada publik atas segala tindakan dan perilaku politik kadernya yang terlibat kasus korupsi.
"Pengakuan dan permohonan maaf tersebut setidaknya akan menjadi pembeda antara PKS yang partai agama dengan partai lainnya, bukan malah melakukan pembelaan membabi buta," pungkas dia.
Baca berita:
Kader PKS diminta minta maaf atas kasus LHI
PKS sebut TPPU KPK untuk Luthfi kebablasan
(kri)