2.000 intelektual muslim kumpul bahas kondisi Indonesia

Jum'at, 13 Desember 2013 - 20:16 WIB
2.000 intelektual muslim...
2.000 intelektual muslim kumpul bahas kondisi Indonesia
A A A
Sindonews.com - Sekira 2.000 intelektual muslim di Indonesia, akan berkumul dalam acara Jakarta International Conference of Muslim Intelectuals (JICMI).

Dalam pertemuan itu, para intelektual muslim akan membahas berbagai permasalahan di Indonesia dan negara muslim sekaligus mencari solusi bersama untuk penyelesaiannya.

JICMI akan digelar dua hari di dua tempat berbeda. Hari pertama digelar Sabtu 14 Desember 2013, di Wisma Makara Universitas Indonesia Depok. Akan ada sekira 200 orang dalam kegiatan itu.

Mereka yang hadir akan membahas tujuh bidang dengan perspektif peradaban Islam, di antaranya tentang ekonomi, kesehatan, pangan, dan energi. "Sebanyak 200 intelektual muslim akan mempresentasikan papernya," kata Juru Bicara DPD Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Barat, Luthfi Afandi, dalam konferensi persnya di Bandung, Jawa Barat, (13/12/2013).

Sedangkan hari kedua digelar pada Minggu 15 Desember di Convention Hall Smesco, Jakarta Selatan. "Sebanyak 1.800 intelektual muslim akan hadir di sana untuk mendiskusikan secara gambang permasalahan dan solusi atas permasalahan yang ada," ungkapnya.

Lewat kegiatan itu, para intelektual muslim diharapkan akan mengambil peran dalam membangun kembali peradaban Islam. Selain itu, diharapkan terjalin jejaring antar intelektual muslim diberbagai institusi dalam mewujudkan kembali peradaban Islam.

"Hasil dari pertemuan ini nantinya akan berbentuk rekomendasi yang akan diserahkan ke pemerintah dan instansi terkait," ucap Ketua DPD HTI Jawa Barat, M Rian.

Apa yang direkomendasikan nanti dinilai akan baik untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Sebab rekomendasi itu merupakan hasil pemikiran para kaum intelektual. Sementara selain dihadiri intelektual muslim dari Indonesia, acara itu juga akan dihadiri intelektual muslim dari berbagai negara.

Perwakilan yang sudah menyatakan hadir adalah dari Jepang, Inggris, Australia, dan Malaysia. Kehadiran mereka akan membahas berbagai masalah di dunia, terutama negara muslim, termasuk solusinya.
(maf)
Berita Terkait
Masa Depan Politik di...
Masa Depan Politik di Indonesia: Politik Dinasti?
Rakernas Perdana di...
Rakernas Perdana di Surabaya, Partai Mahasiswa Indonesia Berkomitmen Tingkatkan Partisipasi Politik Anak Muda
Demokrasi Indonesia...
Demokrasi Indonesia Dinilai Masih Diwarnai Politik Identitas
Politik Santuy atau...
Politik Santuy atau Politik Baperan
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Crab Mentality Penggerus...
Crab Mentality Penggerus Soliditas Bangsa
Berita Terkini
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved