Lemahnya infrastruktur

Rabu, 11 Desember 2013 - 06:28 WIB
Lemahnya infrastruktur
Lemahnya infrastruktur
A A A
KECELAKAAN maut antara kereta api (KA) dengan truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) di Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan mengingatkan kita betapa buruknya infrastruktur bangsa ini.

Jika infrastruktur di Tanah Air ini bisa tertata dengan rapi dan direncanakan dengan baik, bisa jadi kecelakaan maut dikurangi atau bahkan dihindari. Selain infrastruktur yang sangat tidak memadai, perilaku masyarakat dalam menggunakan infrastruktur pun memicu hadirnya kecelakaan maut. Jika perilaku masyarakat dalam menggunakan infrastruktur yang sangat minim sudah benar, bisa jadi kecelakaan maut bisa dikurangi atau bahkan dihindari.

Lemahnya infrastruktur memang sangat berdampak pada pembangunan bangsa ini. Lemahnya penataan infrastruktur di negeri ini menimbulkan banyak masalah yang membuat negeri kaya-raya ini menderita. Permasalahan yang muncul akibat lemahnya penataan dan pembangunan infrastruktur adalah pertumbuhan ekonomi yang lemah karena tidak bisa memaksimalkan sumber daya alam, ketimpangan ekonomi antarbeberapa wilayah karena daerah yang terpencil sulit mengakses pusat-pusat perekonomian.

Selain itu, persoalan yang jelas selalu dilihat adalah kemacetan dan keselamatan masyarakat. Kita bisa mengambil contoh angkutan KA. pembangunan rel KA semestinya juga harus terintegrasi dengan pembangunan flyover atau underpass di suatu perlintasan jalan. Semestinya ini bisa diperhitungkan, apalagi sistem transportasi KA di Tanah Air belum ada yang menggunakan sistem subwayatau bawah tanah.

Memang, saat membangun rel KA mungkin jalan atau pengguna jalan belum terlalu banyak sehingga hal tersebut belum dianggap perlu. Namun, pertumbuhan manusia yang diikuti dengan pertumbuhan mobilitas manusia harus juga diikuti dengan pertumbuhan infrastruktur yang memadai. Kita yakin, sudah banyak roadmap tentang pembangunan infrastruktur di Tanah Air ini, tetapi lemah dalam implementasi.

Selain mengundang kemacetan, lemahnya infrastruktur negeri ini membuat keselamatan masyarakat menjadi taruhan. Contoh konkret adalah kecelakaan KA dengan truk tangki BBM di Bintaro yang menelan 7 korban meninggal dan puluhan lainnya terluka. Di jalanan kota besar seperti Jakarta pun setali tiga uang. Kualitas jalan dan penataan infrastruktur justru memanjakan kendaraan, bukan orang.

Jalur pedestrian yang lebih dikecilkan daripada jalan raya karena alasan pertumbuhan kendaraan serta kualitas aspal jalan yang buruk membuat keselamatan masyarakat menjadi taruhan. Kondisi ini sangat kontras dengan beberapa negara lain yang jalan rayanya lebih kecil daripada jalur pedestrian. Namun memang kurang tepat jika hal itu ditumpahkan hanya kepada lemahnya penataan infrastruktur.

Perilaku masyarakat juga harus dibenahi, terutama saat menggunakan infrastruktur yang tersedia. Masih banyak masyarakat yang berperilaku egois hingga mengganggu kenyamanan pengguna yang lain atau bahkan merugikan pihak lain. Kondisi ini harus dibenahi dengan tatanan dan pelaksanaan tatanan yang benar. Hukum harus menjadi pelindung bagi para pengguna infrastruktur dan menjadi penghukum bagi yang melanggar.

Pembiaran terhadap pelanggaran pada akhirnya membuat sebuah pemakluman yang secara tak sadar mengganggu dan merugikan pengguna infrastruktur yang lain. Kita yakin pemerintah menyadari hal-hal di atas karena para pejabat di negeri ini tentu yang selalu berhadapan dengan persoalan infrastruktur.

Pertanyaannya, adakah kemauan dan keinginan untuk mewujudkan infrastruktur yang benar-benar memadai, juga menata perilaku pengguna infrastruktur menjadi lebih baik. Memang terdengar klise jika pada akhirnya kita mengembalikan ini kepada pemerintah, tetapi menjadi tugas kita semua untuk selalu mengingatkan kepada pemerintah agar hal ini menjadi perhatian mendalam bagi para pejabat.

Tentu kita berharap tragedi maut di Bintaro tidak terulang lagi dengan diiringi pembangunan infrastruktur yang benar dan masyarakat semakin menyadari bagaimana menggunakan infrastruktur yang benar.
(nfl)
Berita Terkait
Korona dan Kebangkitan...
Korona dan Kebangkitan Produk Dalam Negeri
Reaktivasi Rumah Ibadah...
Reaktivasi Rumah Ibadah Tak Cukup Regulasi
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Sudah Saatnya Harga...
Sudah Saatnya Harga BBM Turun
Bahan Pangan Aman, Distribusi...
Bahan Pangan Aman, Distribusi Bisa Tersendat
Mengandalkan Sektor...
Mengandalkan Sektor Konsumsi
Berita Terkini
Kabar Duka, Mantan Dubes...
Kabar Duka, Mantan Dubes Prof Bachtiar Aly Meninggal Dunia
Prabowo, Jokowi, SBY...
Prabowo, Jokowi, SBY Kompak Hadiri Pernikahan Putra Boy Thohir
Hasto Singgung Febrie...
Hasto Singgung Febrie Tak Diborgol: Peringatkan Bahaya Ketidakadilan Hukum
Hari Mangrove Sedunia,...
Hari Mangrove Sedunia, Pemerintah dan APHI Dorong Pengelolaan Berkelanjutan
Prabowo Bentuk 7 Kejari...
Prabowo Bentuk 7 Kejari Baru Lewat Perpres 40 Tahun 2026, Raja Ampat hingga Pangandaran Masuk Daftar
Indonesia Dorong Dewan...
Indonesia Dorong Dewan Keamanan PBB Perkuat Pencegahan Konflik-ASEAN dan Jadi Mitra Perdamaian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved