Bamsoet tuding jubir Demokrat carmuk di kasus Century

Minggu, 08 Desember 2013 - 17:14 WIB
Bamsoet tuding jubir...
Bamsoet tuding jubir Demokrat carmuk di kasus Century
A A A
Sindonews.com - Anggota Tim Pengawas (Timwas) kasus Century, Bambang Soesatyo, membantah jika pihaknya disebut sedang mencari panggung dalam kasus mega skandal Bank Century.

Menurut Bambang, justru yang mencari panggung dan mencari muka (carmuk) adalah mereka yang disebutnya sebagai juru bicara Partai Demokrat. Karena, Timwas hanya menjalankan fungsinya untuk terus mengusut kasus yang menghilangkan uang negara sampai Rp7,6 triliun itu.

"Yang mencari panggung itu jubir-jubir Demokrat yang mencoba memanfaatkan pemanggilan DPR kepada Boediono ini untuk kepentingan pribadinya," kata Bambang usai Deklarasi Gerakan anti diskriminasi (Granad), di Cikini, Jakarta, Minggu (8/12/2013).

Sementara itu, Timwas mengaku punya hak dalam memanggil Wakil Presiden (Wapres) Boediono. Karena, hal itu menjadi bagian dari fungsi pengawasan Komisi III, utamanya Timwas dalam mengusut kasus tersebut.

Namun demikian, menurutnya, silakan saja jika Boediono menolak panggilan tersebut. Pasalnya, dalam kasus itu, Timwas menganggap Wapres sebagai mitra pemerintahan dimana pemerintah berkewajiban memberikan keterangan.

"Agar tidak menimbulkan turbulansi politik menjelang 2014 ini," tegasnya.

Boediono diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah berhasil memeriksa tersangka lain seperti mantan Deputi Gubernur Bidang Pengelolaan Moneter, Budi Mulya. Sebelum Pemeriksaan Boediono, KPK juga memanggil mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk digali keterangannya.

Sekedar informasi, penyidik KPK beberapa waktu lalu telah memeriksa Boediono. Pemeriksaan terhadap Boediono dilakukan untuk mengembangkan kasus pemberian Fasilitas pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan kebijakan bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik pada saat Boediono menjabat Gubernur Bank Indonesia (BI) pada rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Pada Saat rapat KSSK, yang juga diktuai Sri Mulyani, selaku Menteri Keuangan kala itu, diketahui awal mulai pemberian FPJP dan kebijakan bank Century sebagai bank gagal, yang akhirnya pemerintah sampai menggelontorkan suntikan dana sampai mencapai Rp7,6 triliun.
(rsa)
Berita Terkait
Eks Deputi Gubernur...
Eks Deputi Gubernur BI Budi Mulya Ajukan Peninjauan Kembali ke MA
Batalkan Putusan PK...
Batalkan Putusan PK Pertama, MA Bebaskan Terpidana Bank Century
International Budget...
International Budget Partnership: Perpu Covid-19 Untuk Kepentingan Elit Ekonomi dan Politik
Mau Punya Mobil Seperti...
Mau Punya Mobil Seperti CEO Toyota? Siap-Siap, Century GRMN SUV Segera Meluncur!
Fahri Sindir Proyek...
Fahri Sindir Proyek Kereta Cepat: Presiden Nyaris Disalahkan karena Talangi Bank Rugi
3 Film yang Memiliki...
3 Film yang Memiliki Alur Cerita Mirip 20th Century Girl, Kisah Cinta Pertama Berakhir Nyesek
Berita Terkini
Kejagung Janji Profesional...
Kejagung Janji Profesional Usut Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
Prabowo Panggil Menhan,...
Prabowo Panggil Menhan, Kapolri, hingga Jaksa Agung di Istana Malam Ini, Ada Apa?
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan ke Kejagung, Pakar: Proses Hukum Harus Transparan
Polri Limpahkan Kasus...
Polri Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung, KPK: Kami Yakin Ditangani Profesional
Pukat UGM: Pelimpahan...
Pukat UGM: Pelimpahan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Miliki Dasar Hukum
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved