Swasta kelola Bandara

Selasa, 26 November 2013 - 06:24 WIB
Swasta kelola Bandara
Swasta kelola Bandara
A A A
SEBANYAK 10 bandar udara (bandara) dipersiapkan untuk dioperasikan investor dalam dan luar negeri. Penetapan bandara yang akan dikerjasamakan dengan swasta tersebut ditetapkan setelah dilakukan riset (market sampling) oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum lama ini.

Fokus kerja sama diutamakan untuk bandara yang dibawahi unit pelaksan ateknis Kemenhub diantaranya BandaraPalu, Tanjung Karang, dan Labuan Bajo. Gayung bersambut, niat baik pemerintah melibatkan swasta untuk mengoperasikan bandara direspons positif. Kabarnya, tak kurang dari 30 investor luar dan dalam negeri sudah menyampaikan minat untuk ambil bagian mengelola bandara.

Sejumlah maskapai dalam negeri bahkan siap melebarkan sayap untuk menjadi pengelola bandara. Sebenarnya tawaran swasta terutama dari kalangan operator penerbangan mengoperasikan bandara sudah lama terdengar gaungnya, tetapi pemerintah selama ini belum memberikan respons serius. Selain mengajak swasta terlibat langsung dalam pengoperasian bandara, pemerintah juga sedang mempersiapkan sejumlah pembangunan bandara baru.

Melalui badan usaha milik negara (BUMN) operator bandara, PT Angkasa Pura I, segera menghadirkan bandara baru di Yogyakarta, Semarang, dan Sepinggan, Balikpapan. Bandara Yogyakarta yang diperkirakan bakal menelan anggaran Rp6 triliun berlokasi di wilayah Kulon Progo. Kehadiran bandara baru di Yogyakarta memang sangat dinantikan para operator penerbangan. Selain kepadatan di bandara yang bernama Adisutjipto itu terus meningkat, penerbangan komersial juga terganggu aktivitas pesawat latih militer yang memang bermarkas di bandara itu.

Data menunjukkan arus penumpang domestik dan internasional mencapai hampir 5 juta penumpang tahun lalu. Rencananya, bandara Yogyakarta siap dioperasikan dua tahun ke depan. Selama ini pengelolaan bandara boleh dikata tidak seiring dengan pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun terakhir ini. Dampaknya, penambahan armada maskapai penerbangan dan pertumbuhan jumlah penumpang udara tidak bisa diakomodasi dengan baik oleh bandara yang ada.

Tengok saja, bandara terbesar di negeri ini yakni Seokarno-Hatta (Soetta) Cengkareng yang banyak dikeluhkan maskapai penerbangan baik domestik maupun internasional karena tingkat kepadatan bandara sudah mengganggu jadwal penerbangan, yang akhirnya berdampak pada biaya operasional yang tinggi. Pemerintah memang tidak tinggal diam mengatasi masalah tersebut, namun belum ada solusi yang tepat. Awal tahun depan pemerintah mengizinkan Bandara Halim Perdanakusuma dipakai untuk penerbangan komersial berjadwal. Tahap awal sebanyak 80 penerbangan komersial dialihkan di bandara yang biasa dipakai menyambut tamu-tamu negara.

Selain berbagai solusi mengatasi kepadatan Bandara Soetta yang akan mulai diterapkan tahun depan, Kemenhub juga mendorong operator penerbangan membuka jadwal penerbangan hingga larut malam dari atau ke Bandara Soetta dan usulan mengganti armada berbadan kecil ke pesawat berbadan lebar. Namun, anjuran Kemenhub tersebut ditampik Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Carriers Air Association/ INACA).

Tawaran untuk memperbanyak jadwal terbang malam bagi INACA tidak ada masalah, justru yang dipertanyakan adalah kesiapan infrastruktur bandara di beberapa kota yang masih terbatas alias tidak membuka layanan penerbangan malam. Menyesuaikan ukuran pesawat, INACA juga menilai tidak rasional misalnya penggantian pesawat dari ukuran sekelas Boeing 737 atau Airbus 320 ke pesawat Boeing 777 atau Airbus 330 tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat karena butuh proses yang panjang. Karena itu, penawaran kepada investor baik domestik maupun asing untuk turut serta mengelola bandara bisa menjadi solusi tepat saat Angkasa Pura I dan II kewalahan mengatasi perkembangan angkutan udara yang begitu pesat belakangan ini.
(nfl)
Berita Terkait
Sudah Saatnya Harga...
Sudah Saatnya Harga BBM Turun
Bahan Pangan Aman, Distribusi...
Bahan Pangan Aman, Distribusi Bisa Tersendat
Korona dan Kebangkitan...
Korona dan Kebangkitan Produk Dalam Negeri
Mengandalkan Sektor...
Mengandalkan Sektor Konsumsi
Mendata Masyarakat Miskin...
Mendata Masyarakat Miskin Baru
Reaktivasi Rumah Ibadah...
Reaktivasi Rumah Ibadah Tak Cukup Regulasi
Berita Terkini
Prabowo, Megawati Hadiri...
Prabowo, Megawati Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, SBY dan Jokowi Tak Terlihat
Prabowo Pimpin Upacara...
Prabowo Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
Prabowo Tiba di Kantor...
Prabowo Tiba di Kantor Kemhan Jelang Upacara Persemayaman Ryamirzad Ryamizard Ryacudu
Lewat Pameran Filateli,...
Lewat Pameran Filateli, Wali kota Agustina dan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon Tegaskan Pentingnya Merawat Memori Bangsa
Apa Itu Amicus Curiae?...
Apa Itu Amicus Curiae? Istilah yang Muncul di Sidang Kasus Chromebook Nadiem Makarim
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin...
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Pimpin Upacara Pemakaman Jenazah Ryamizard Ryacudu di TMP Kalibata
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved