PDIP-Nasdem atur strategi jelang Pemilu 2014
Minggu, 24 November 2013 - 17:30 WIB
PDIP-Nasdem atur strategi jelang Pemilu 2014
A
A
A
Sindonews.com - Pertemuan antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Nasional Demokrat (NasDem) dinilai memiliki agenda yang cukup serius. Hal tersebut terlihat dari pertemuan Lenteng Agung yang melibatkan elite tertinggi kedua partai dan berlangsung tertutup.
“Dalam etika politik, jika seseorang telah dipersilakan datang di situ ada makna yang cukup besar. Ibarat sebuah rumah, PDIP telah mempersilakan Nasdem masuk ke halamannya,” ujar Pengamat Psikologi Politik Universitas Indonesia (UI) Hamdi Moelok dalam keterangan tertulis, Minggu (24/11/2013).
Ketika ditanya soal peluang koalisi, Guru Besar Psikologi UI ini menyatakan bahwa memang koalisi antara kedua partai masih jauh, tetapi yang tersirat dari pertemuan kemarin adalah kedua partai memiliki ambisi yang sama untuk pemilihan presiden.
Hamdi menilai koalisi hanya akan terjadi di pemilihan presiden, sementara saat pemilihan legislatif semua partai politik berjuang sendiri-sendiri.
“Politik itu cair, semua kemungkinan selalu terbuka hingga muncul hasil yang kongkret yaitu hasil pileg,” terangnya.
Hamdi menambahkan, bahwa dalam pertemuan Lenteng Agung ada nilai lebih yang bisa didapatkan oleh Partai Nasdem. Yaitu masyarakat akan melihat adanya kedekatan antara Nasdem dengan PDIP yang memiliki kemungkinan untuk mengusung Jokowi sebagai capres.
“Jadi Nasdem berteman dengan PDIP dan berteman juga dengan Jokowi,” tutup Hamdi.
Baca berita:
Sinyal koalisi, Surya Paloh sambangi markas PDIP
“Dalam etika politik, jika seseorang telah dipersilakan datang di situ ada makna yang cukup besar. Ibarat sebuah rumah, PDIP telah mempersilakan Nasdem masuk ke halamannya,” ujar Pengamat Psikologi Politik Universitas Indonesia (UI) Hamdi Moelok dalam keterangan tertulis, Minggu (24/11/2013).
Ketika ditanya soal peluang koalisi, Guru Besar Psikologi UI ini menyatakan bahwa memang koalisi antara kedua partai masih jauh, tetapi yang tersirat dari pertemuan kemarin adalah kedua partai memiliki ambisi yang sama untuk pemilihan presiden.
Hamdi menilai koalisi hanya akan terjadi di pemilihan presiden, sementara saat pemilihan legislatif semua partai politik berjuang sendiri-sendiri.
“Politik itu cair, semua kemungkinan selalu terbuka hingga muncul hasil yang kongkret yaitu hasil pileg,” terangnya.
Hamdi menambahkan, bahwa dalam pertemuan Lenteng Agung ada nilai lebih yang bisa didapatkan oleh Partai Nasdem. Yaitu masyarakat akan melihat adanya kedekatan antara Nasdem dengan PDIP yang memiliki kemungkinan untuk mengusung Jokowi sebagai capres.
“Jadi Nasdem berteman dengan PDIP dan berteman juga dengan Jokowi,” tutup Hamdi.
Baca berita:
Sinyal koalisi, Surya Paloh sambangi markas PDIP
(kri)