Soal deportasi, KPU harus atasi pemilih TKI

Jum'at, 22 November 2013 - 08:42 WIB
Soal deportasi, KPU...
Soal deportasi, KPU harus atasi pemilih TKI
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai tak memiliki strategi khusus untuk menangani Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bakal dideportasi oleh negara tempatnya bekerja.

Padahal, jumlah pemilih luar negeri (LN) kategori TKI tak terhitung jumlahnya. Bahkan lebih besar jika dibanding dengan mahasiswa atau keluarga yang menetap di luar negeri.

Lembaga Syadaya Masyarakat (LSM) Migrant Care menyayangkan sikap KPU yang belum menyiapkan antisipasi bakal terjadinya deportasi TKI di luar negeri secara besar-besaran.

"Tentang antisipasi deportasi yang terjadi di Arab, ternyata KPU belum mempunyai strategi untuk antisipasi ini. Padahal deportasi untuk Arab kira-kira 80 ribu, selain itu Malaysia juga ada, bahkan setiap bulan ada deportasi dari Malaysia," kata Ketua Desk Pemilu Luar Negeri Migrant Care Syaiful Anas kepada Sindonews, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2013).

Untuk mengatasi TKI deportasi itu, KPU harusnya bisa mengakomodir mereka. Atau bisa menempatkan mereka pada pemilih khusus (DPK). Namun dari hasil audiensinya dengan komisioner KPU, kata Anas, ternyata KPU belum mempunyai rencana apakah mereka akan masuk dalam DPK.

"Yang ada DPK hanya diperuntukan di dalam negeri. Harapanya KPU segera membuat aturan yang bisa menjembatani mereka yang belum terdaftar dalam DPT itu," katanya.

Ditambahkan dia, kelemahan KPU dalam hal ini juga karena lemahnya koordinasi bersama dengan lembaga terkait seperti Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja dan Kementerian Tenaga Kerja dan Trasnmigrasi.

Anas mengatakan, tanggung jawab tersebut memang tak bisa dipikul sendiri oleh KPU. Menurutnya KPU wajib melibatkan Kemenakertrans dan BNP2TKI dalam menyelesaikan masalah itu.

"Saya kira KPU harus tegas terhadap mereka karena mereka punya peranan yang besar, misalnya BNP2TKI punya KTKLN (kartu tanda tenaga kerja luar negeri). Itu penting karena setiap TKI ke luar negeri harus punya KTKLN, kalau ini dikelola dengan baik, bisa jadi sangat membantu," katanya.

KPU targetkan 75% partisipasi pemilih luar negeri
(lal)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Qodari: Kalau Hanya Tuntutan, Bukan Demokrasi
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Infografis
Atasi Tawuran, Pemprov...
Atasi Tawuran, Pemprov Jakarta Bakal Buka 500.000 Lapangan Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved