PPP prediksi Perppu MK sulit dapat persetujuan DPR

Rabu, 13 November 2013 - 14:05 WIB
PPP prediksi Perppu...
PPP prediksi Perppu MK sulit dapat persetujuan DPR
A A A
Sindonews.com - Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memprediksi bahwa Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi (Perppu MK) sulit mendapatkan persetujuan DPR RI.

Politikus PPP Ahmad Yani mengatakan, bahwa fraksinya di DPR sudah jauh hari mengingatkan agar pemerintah tidak mengeluarkan Perppu Penyelamatan MK tersebut.

"Karena tidak ada kegentingan lagi. Saya tidak bisa memastikan (Semua fraksi menolak Perppu MK), saya hanya mengatakan Perppu sulit untuk mendapatkan persetujuan DPR," kata Ahmad Yani di Gedung MK, jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2013).

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa partainya memandang penerbitan Perppu MK itu sudah kehilangan relevansi atas kegentingan yang memaksa. Sebab, menurut dia, aturan yang diamanatkan Perppu MK lebih ke arah perbaikan di masa mendatang.

Anggota Komisi III DPR RI ini juga menilai bahwa mekanisme penjaringan hakim konstitusi melalui panel ahli seperti diatur Perppu tidak sesuai dengan konstitusi. Pasalnya, penjaringan dan seleksi hakim dilakukan oleh Mahkamah Agung (MA), DPR dan Presiden.

"Kalau ada panel ahli berarti menambahkan satu norma lagi yang tidak diperintahkan konstitusi," tuturnya.

Baca berita:
MK gelar sidang perdana uji materi Perppu MK
(kri)
Berita Terkait
Telah Jadi UU, MK Putuskan...
Telah Jadi UU, MK Putuskan Tolak Gugatan Perppu 1/2020
Uji Materi Perppu 1/2020,...
Uji Materi Perppu 1/2020, Pemohon Pertanyakan Bukti Surat dan Pengesahan
Uji Perppu Ditolak,...
Uji Perppu Ditolak, MAKI Optimistis Gugatan UU 2/2020 Dikabulkan MK
Perppu 1/2020 Jadi UU,...
Perppu 1/2020 Jadi UU, Formappi Dorong Judicial Review Melalui MK
KMPK Gugat Perppu Nomor...
KMPK Gugat Perppu Nomor 1 Tahun 2020 ke MK
Perppu Corona Beri Cek...
Perppu Corona Beri Cek Kosong bagi Pemerintah untuk Melakukan Akrobat Susun APBN
Berita Terkini
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Infografis
15 Kolonel Pecah Bintang...
15 Kolonel Pecah Bintang Jadi Brigjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved