Fasilitas mobil mewah, Bawaslu dinilai tak peka

Selasa, 12 November 2013 - 17:28 WIB
Fasilitas mobil mewah,...
Fasilitas mobil mewah, Bawaslu dinilai tak peka
A A A
Sindonews.com - Penambahan fasilitas mobil dinas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mungkin dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja, dalam sistem pengawasan pemilihan umum (pemilu).

Namun permintaan penambahan fasilitas mobil tersebut, dinilai tak relevan untuk konteks saat ini.

Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi), Jeirry Sumampow mengatakan, harusnya Bawaslu bisa membatasi diri untuk tidak hidup seperti pejabat negara lain, yang memboroskan keuangan negara.

Sebab, kata dia, kredibilitas Bawaslu sekarang dipertaruhkan, lantaran sistem pengawasan dalam pemilu terbilang gagal. Jerry menegaskan, Bawaslu harus bersikap lebih sosial dengan kondisi masyarakat hari ini.

"Problem yang kita lihat sekarang, mereka (Bawaslu) ikut dalam arus yang kurang sensitif pada persoalan sosial," kata Jerry, di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (12/11/2013).

Jerry berpendapat, Bawaslu selain sebagai pengawas pemilu yang juga dituntut memberi keadilan bagi masyarakat, dalam hal hak pilih dan dipilih. Menurutnya, Bawaslu seharusnya memiliki respon sensitif terkait kehidupan masyarakat sosial saat ini.

Ditegaskan Jerry, pembelian mobil dinas untuk operasional komisioner Bawaslu tak beralasan. Pasalnya, mobil lama masih bisa digunakan untuk aktifitas sehari di Jakarta. "Dulu kita maafkan karena mobilnya sudah 10 tahun. Kalau ini baru lima tahun sudah ganti, ini tidak peka pada isu sosial," ujarnya.

Sebelumnya, Bawaslu mengaku telah menerima fasilitas baru berupa empat buah mobil yang tergolong mewah. Empat buah mobil itu antara lain, satu mobil merk Toyota Camry dan tiga buah mobil merk Honda CRV, khusus untuk komisioner Bawaslu.

Berita terkait:
Fasilitas mobil dinas Bawaslu capai Rp1,6 M.
(maf)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
OTT di Muara Enim, KPK...
OTT di Muara Enim, KPK Tangkap 10 Orang Termasuk Bupati Edison
Tangis Nanik S Deyang...
Tangis Nanik S Deyang Pecah setelah Dilantik Prabowo sebagai Kepala BGN
Anwar Abbas Apresiasi...
Anwar Abbas Apresiasi Kejagung Tangkap Petinggi BGN: Bukti Hukum Tidak Pandang Bulu
Bupati Muara Enim Edison...
Bupati Muara Enim Edison Terjaring OTT KPK
Breaking News! KPK Gelar...
Breaking News! KPK Gelar OTT di Muara Enim
Prabowo Resmi Lantik...
Prabowo Resmi Lantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved