Staf panitera MA sebut peluru untuk Andi Ayyub

Senin, 11 November 2013 - 18:36 WIB
Staf panitera MA sebut...
Staf panitera MA sebut peluru untuk Andi Ayyub
A A A
Sindonews.com - Staf panitera Mahkamah Agung (MA) Suprapto dihadirkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kuningan, Jakarta Selatan. Dia bersaksi untuk terdakwa Mario C Bernado.

Awalnya, Suprapto tidak mau menjelaskan mengenai kata-kata 'peluru' yang disampaikan kepada Djodi Supratman, terdakwa dalam kasus ini.

Tommy Sihotang kuasa hukum Mario C Bernado terus mencecar perihal kata 'peluru' dalam pembicaraannya. Dia meminta untuk jujur dalam memberikan kesaksian.

"Saudara saksi jujur saja, apa yang dimaksud dengan peluru 'uang'. Untuk siapa. Sudah buka saja didalam persidangan itu terbuka untuk umum," kata Tommy di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (11/11/2013).

Setelah dicecar oleh kuasa hukum Mario, akhirnya Suprapto mengakui bahwa 'peluru' yang dimaksud adalah uang. Menurutnya, uang tersebut akan diserahkan kepada atasannya, Andi Abu Ayyub Saleh, hakim agung MA.

Andi Ayyub yang tengah duduk di kursi saksi pengadilan tipikor hanya menggelengkan kepalanya. Iya, peluru (uang) bapak saya. untuk Pak Andi Abu Ayub Saleh," tukasnya.

Sebelumnya, Andi menegaskan, tidak ada yang berani intervensi dirinya. Bahkan, dia juga membantah membicarakan uang dengan bawahannya. "Saya tidak pernah membicarakan hal itu. Bagi saya haram terima uang itu," tukas Andi.

Berita terkait:
Hakim Agung ungkap KPK hendak disantet.
(maf)
Berita Terkait
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
Pemberantasan Korupsi...
Pemberantasan Korupsi dan Perampasan Aset
Pemberantasan Korupsi,...
Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
Sisi Lain dalam Pemberantasan...
Sisi Lain dalam Pemberantasan Korupsi
Partisipasi Publik dalam...
Partisipasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi
UU Antitipikor Sarana...
UU Antitipikor Sarana Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved