Marzuki berang disebut terima uang Rp250 juta
Senin, 11 November 2013 - 15:25 WIB
Marzuki berang disebut terima uang Rp250 juta
A
A
A
Sindonews.com - Ketua DPR RI Marzuki Alie berang ketika diberitakan diduga menerima uang Rp250 juta dari proyek pembangunan Gedung DPR RI yang kini telah dibatalkan oleh salah satu media massa nasional.
Menurut Marzuki, Ia merupakan salah seorang yang memiliki andil dalam pembatalan proyek tersebut. Karena nilai Rp1,8 triliun dinilainya tidak wajar.
"Terkait Gedung DPR, kalau Marzuki Alie tidak peduli Rp1,8 triliun itu sudah ditender karena sudah masuk anggaran ada semua selesai tinggal tender, saya minta waktu itu dihitung kembali angka itu menurut saya tidak wajar dan saya meminta disosialisikan kembali," kata Marzuki di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2013).
Dirinya juga mengaku sempat berdebat dengan anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI ketika anggaran proyek pembangunan Gedung DPR berubah menjadi Rp1,5 triliun. "Akhirnya turun 1,5 (triliun) dari 1,8 saya ribut dengan oknum BURT yang marah," tegasnya.
Politikus Partai Demokrat ini juga menyampaikan kalau pada saat itu Ia sempat meminta bantuan Menterian Pekerjaan Umum (PU) Joko Kirmantountuk menghitung kembali biaya pembangunan Gedung DPR.
"Saya telepon Joko Kirmanto (Menteri PU), kirim orang eselon II yang mengerti persoalan sipil tidak macam-macam punya idealisme Pak Joko Kirmanto dikirim Sumirat," terang Marzuki.
"Pak sumirat anda dikirim Pak Joko, anda kerja baik tidak ada titipan Pak Marzuki Alie, saya minta anda hitung lagi (nilai proyek pembangunan gedung), turun jadi Rp1,1 triliun saya enggak puas hitung lagi, di bawah Rp1 T," kata Marzuki menceritaan kejadian saat itu.
Dalam kesempatan itu, dirinya membantah menerima uang Rp250 juta seperti yang diberitakan. "250juta terlalu mahal, rugi negara bayar saya, banyak orang menjual nama saya," tegasnya.
Marzuki: Golput berkontribusi pada karut-marut bangsa
Menurut Marzuki, Ia merupakan salah seorang yang memiliki andil dalam pembatalan proyek tersebut. Karena nilai Rp1,8 triliun dinilainya tidak wajar.
"Terkait Gedung DPR, kalau Marzuki Alie tidak peduli Rp1,8 triliun itu sudah ditender karena sudah masuk anggaran ada semua selesai tinggal tender, saya minta waktu itu dihitung kembali angka itu menurut saya tidak wajar dan saya meminta disosialisikan kembali," kata Marzuki di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2013).
Dirinya juga mengaku sempat berdebat dengan anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI ketika anggaran proyek pembangunan Gedung DPR berubah menjadi Rp1,5 triliun. "Akhirnya turun 1,5 (triliun) dari 1,8 saya ribut dengan oknum BURT yang marah," tegasnya.
Politikus Partai Demokrat ini juga menyampaikan kalau pada saat itu Ia sempat meminta bantuan Menterian Pekerjaan Umum (PU) Joko Kirmantountuk menghitung kembali biaya pembangunan Gedung DPR.
"Saya telepon Joko Kirmanto (Menteri PU), kirim orang eselon II yang mengerti persoalan sipil tidak macam-macam punya idealisme Pak Joko Kirmanto dikirim Sumirat," terang Marzuki.
"Pak sumirat anda dikirim Pak Joko, anda kerja baik tidak ada titipan Pak Marzuki Alie, saya minta anda hitung lagi (nilai proyek pembangunan gedung), turun jadi Rp1,1 triliun saya enggak puas hitung lagi, di bawah Rp1 T," kata Marzuki menceritaan kejadian saat itu.
Dalam kesempatan itu, dirinya membantah menerima uang Rp250 juta seperti yang diberitakan. "250juta terlalu mahal, rugi negara bayar saya, banyak orang menjual nama saya," tegasnya.
Marzuki: Golput berkontribusi pada karut-marut bangsa
(lal)