Ini dugaan informasi yang disadap AS dari Indonesia
Sabtu, 09 November 2013 - 12:43 WIB
Ini dugaan informasi yang disadap AS dari Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Pengamat Intelijen dari Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (LESPERSSI), Rizal Darma Putra, menduga ada dua informasi yang disadap Amerika Serikat (AS) dan Australia dari Indonesia.
"Sepengetahuan saya ya, yang banyak diinginkan oleh Amerika Serikat informasi adalah satu soal Pemilu 2014," katanya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (9/11/2013).
Informasi selanjutnya ialah mengenai posisi Indonesia terhadap sengketa di Laut China Selatan. "Itu dua hal besar dan umum yang diinginkan," terangnya.
Lanjut dia, kemungkinan informasi lain yang disadap kedua negara itu adalah terkait sikap Indonesia terhadap kebijakan investasi. "Yang lain-lainnya, masalah sikap Indonesia terhadap kebijakan investasi, kebijakan perdagangan dan lainnya," tuntasnya.
Diketahui, ada dugaan skandal operasi spionase Amerika Serikat, meluas hingga ke Asia, termasuk Indonesia. AS diduga melakukan penyadapan dengan menggunakan alat yang terpasang di Kedutaan Besar AS, di Jakarta.
Hal itu terungkap dari bocoran dokumen milik bekas kontraktor National Security Agency (NSA), Edward Snowden. Mengutip laporan media Australia, smh.com.au, dari bocoran Snowden terungkap, fasilitas penyadapan AS sebanyak 90 titik yang tersebar di seluruh dunia.
Untuk wilayah, Asia Tenggara, berbagai alat penyadapan AS diduga terpasang di Kedutaan Besar di Jakarta, Kuala Lumpur, Bangkok, Phnom Penh dan Yangon. Pada 13 Agustus 2010, sebuah peta tidak menunjukkan fasilitas penyadapan itu terpasang di Australia, Selandia Baru, Inggris, Jepang dan Singapura, yang semuanya diketahui sebagai sekutu terdekat AS.
Baca juga: Intelijen harus selidiki informasi apa yang dicuri AS & Australia
"Sepengetahuan saya ya, yang banyak diinginkan oleh Amerika Serikat informasi adalah satu soal Pemilu 2014," katanya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (9/11/2013).
Informasi selanjutnya ialah mengenai posisi Indonesia terhadap sengketa di Laut China Selatan. "Itu dua hal besar dan umum yang diinginkan," terangnya.
Lanjut dia, kemungkinan informasi lain yang disadap kedua negara itu adalah terkait sikap Indonesia terhadap kebijakan investasi. "Yang lain-lainnya, masalah sikap Indonesia terhadap kebijakan investasi, kebijakan perdagangan dan lainnya," tuntasnya.
Diketahui, ada dugaan skandal operasi spionase Amerika Serikat, meluas hingga ke Asia, termasuk Indonesia. AS diduga melakukan penyadapan dengan menggunakan alat yang terpasang di Kedutaan Besar AS, di Jakarta.
Hal itu terungkap dari bocoran dokumen milik bekas kontraktor National Security Agency (NSA), Edward Snowden. Mengutip laporan media Australia, smh.com.au, dari bocoran Snowden terungkap, fasilitas penyadapan AS sebanyak 90 titik yang tersebar di seluruh dunia.
Untuk wilayah, Asia Tenggara, berbagai alat penyadapan AS diduga terpasang di Kedutaan Besar di Jakarta, Kuala Lumpur, Bangkok, Phnom Penh dan Yangon. Pada 13 Agustus 2010, sebuah peta tidak menunjukkan fasilitas penyadapan itu terpasang di Australia, Selandia Baru, Inggris, Jepang dan Singapura, yang semuanya diketahui sebagai sekutu terdekat AS.
Baca juga: Intelijen harus selidiki informasi apa yang dicuri AS & Australia
(rsa)