Marty bantah RI lembek terhadap Australia

Jum'at, 08 November 2013 - 15:19 WIB
Marty bantah RI lembek...
Marty bantah RI lembek terhadap Australia
A A A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa membantah anggapan Pemerintah Republik Indonesia (RI) bersikap lembek menanggapi reaksi Amerika Serikat dan Australia terhadap protes penyadapan kepada pejabat-pejabat Indonesia.

“Kita menentang, menolak dan mengganggappnya tidak acceptable. Kita menyatakan protes keras, dan akan menjadi co sponsor resolusi di PBB dalam pembatasan aksi-aksi seperti ini,” kata Marty Natalegawa pada konferensi pers penutupan Bali Democracy Forum(BDF) VI yang diselenggaran di Ruang Uluwatu 6, Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Jumat (8/11/2013) siang, dikutip laman setkab.go.id.

Menlu menjelaskan, Indonesia akan menjalin kerja sama dengan negara-negara lain yang mengalami hal serupa (korban penyadapan) untuk melakukan aksi, termasuk kemungkinan menjadi co sponsor resolusi PBB dalam pemberantasan aksi penyadapan terhadap pejabat pemerintah suatu negara oleh pemerintah negara lain.

“Jadi saya kira jika dilihat dari fakta dan kelugasan kita menyampaikan sikap, tidak dapat dikatakan pemerintah Indonesia lembek dalam menanggapi kasus tersebut,” tegas Marty sembari membandingkan dengan tanggapan dari 90 negara lain yang juga menjadi korban penyadapan, khususnya oleh agen intelijen AS.

Ditanyakan mengenai hasil pertemuan bilateralnya dengan Menlu Australia Julie Bishop, Menlu Marty Natalegawa mengatakan, pertemuan bilateral tidak secara khusus membahas masalah penyadapan, pembicaraan lebih fokus pada BDF VI ini, dan juga tentang kerja sama Indonesia dan Australia dalam rangka BDF dan juga upaya-upaya peningkatan hubungan bilateral.

”Tetapi, kita juga terus menyampaikan keprihatinan kita tentang pemberitaan penyadapan, dan Menlu Australia menyatakan bahwa pemerintah Australia akan selalu memastikan bahwa hubungan kerja sama Indonesia dan Australia tetap berlangsung sesuai tali persahabatan yang telah berjalan selama ini,” lanjut Marty.

Meski demikian, Menlu Marty Natalegawa memahami, yang dapatdi lakukan secara internal, adalah bekerja keras untuk memastikan sistem komunikasi dan informasi kita semakin amankan, sehingga tidak rentan terhadap kemungkinan gangguan dari pihak lain.

Ini penjelasan Menhan Australia soal isu penyadapan
(lal)
Berita Terkait
RUU Penyadapan Diusulkan...
RUU Penyadapan Diusulkan Masuk Prolegnas Prioritas 2026
KY Usulkan Penyadapan...
KY Usulkan Penyadapan Mandiri untuk Mengawasi Kinerja Hakim
Gagas Usulan RUU Penyadapan,...
Gagas Usulan RUU Penyadapan, Komisi III: Harus Berbasis HAM
Macron Minta Penjelasan...
Macron Minta Penjelasan PM Israel Soal Spyware Pegasus
1.460 Penyadapan Dilakukan...
1.460 Penyadapan Dilakukan KPK Sepanjang Tahun 2022
KPK Ungkap Ada Sosok...
KPK Ungkap Ada Sosok yang Disadap pada Kasus Harun Masiku
Berita Terkini
Roy Suryo: Praperadilan...
Roy Suryo: Praperadilan Jilid 3 Bukan untuk Cari Duit
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
MUI Soroti Penangkapan...
MUI Soroti Penangkapan Ulama Palestina Sheikh Abdul Karim Raed Miqdad, Pertanyakan Verifikasi Tuduhan Terorisme
Prabowo Tunjuk Asep...
Prabowo Tunjuk Asep Nana Mulyana Jadi Wakil Jaksa Agung, Kuntadi Jabat Jampidsus
Dilantik Prabowo Jadi...
Dilantik Prabowo Jadi Kepala BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wamentan
Profil Sudaryono, Wamentan...
Profil Sudaryono, Wamentan Anak Petani Grobogan yang Jadi Kepala BGN Baru
Infografis
15 Lagu Nasional Terbaik...
15 Lagu Nasional Terbaik untuk HUT Ke-80 RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved