Perberat sanksi koruptor, KPK tak sekadar wacana

Minggu, 03 November 2013 - 07:02 WIB
Perberat sanksi koruptor,...
Perberat sanksi koruptor, KPK tak sekadar wacana
A A A
Sindonews.com - Korupsi di Indonesia sudah sangat parah dan banyak pejabat merasakan hukuman akibat korupsi. Namun, dirasakan sanksi terhadap koruptor tersebut tidaklah membuat jera.

"Ada hal lain yang akan membuat koruptor benar-benar merasa menggendong 'gunung'. Di antaranya kerugian ekonomi akibat robohnya jembatan itu, kendaraan yang rusak, korban jiwa, serta semua dampak lainnya," kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto, di Bandung, Jawa Barat, Sabtu 2 November 2013.

"Dengan begitu koruptor harus membayar smua kerugian yang dihasilkan atas tindakannya, itu yang disebut dengan social cost corruption," imbuhnya.

Sementara selama ini, para koruptor yang dihukum hanya dipenjara dan mengganti semua kerugian negara saja. Tapi dampak akibat korupsi itu tidak dihitung sebagai sebuah kerugian. "Sekarang (aturan itu) dalam proses, tapi bukan sekadar wacana, ini mulai diimplementasikan dalam konteks sistem," tuturnya.

Ia berharap, aturan itu bisa segera diberlakukan secepatnya, jika disetujui pemerintah. Sehingga koruptor di negeri ini diharapkan tidak bertambah. "Saya sih maunya cepat-cepat, tapi undang-undang bukan saya yang menguasai," pungkas Bambang.

Berita terkait:
Kampus harus lahirkan bibit antikorupsi.
(maf)
Berita Terkait
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
Pemberantasan Korupsi...
Pemberantasan Korupsi dan Perampasan Aset
Pemberantasan Korupsi,...
Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
Sisi Lain dalam Pemberantasan...
Sisi Lain dalam Pemberantasan Korupsi
Partisipasi Publik dalam...
Partisipasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi
UU Antitipikor Sarana...
UU Antitipikor Sarana Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Kapolda Riau Gaungkan...
Kapolda Riau Gaungkan Polisi Penjaga Peradaban di Dies Natalis Ke-80 STIK Polri
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved