KY akan bahas Perppu MK pekan depan

Kamis, 31 Oktober 2013 - 22:46 WIB
KY akan bahas Perppu...
KY akan bahas Perppu MK pekan depan
A A A
Sindonews.com - Ketua Komisi Yudisial (KY) Suparman Marzuki menyatakan akan berkoordinasi dengan Mahkamah Konstitusi (MK) soal implementasi Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2013 tentang MK.

"Sekitar pekan depanlah. Ya, untuk merespon Perppu MK, kita telah buat sejumlah peraturan. Karena Perppu ini mengamanatkan kepada KY untuk buat peraturan ini. Dan itu sudah kita buat," ujar Suparman saat bertemu wartawan di Solo, Jawa Tengah, Kamis (31/10/2013) .

Namun sebelumnya KY sendiri telah membuat sejumlah peraturan untuk merespons hal tersebut. Yakni peraturan mengenai pembentukan panel ahli, peraturan tata cara atau tata kerja panel ahli, peraturan rekrutmen majelis etik MK.

Soal penolakan MK terkait hal peraturan yang dibuat KY, Suparman mengatakan bahwa MK tidak menolak sejumlah peraturan yang dibuat KY. Hal yang dikeluarkan MK itu menjadi transisi kekosongan menjelang berlakunya Perppu. MK memang sudah membuat dewan etik dan ini dibuat untuk isi kekosongan selama Perppu itu belum berjalan.

Namun demikian, soal langkah konkret pengimplimentasian Perppu, menurut Suparman, masih akan dibicarakan lanjut dengan pihak MK. Namun harapannya, pekan depan sudah ada penjadwalan dan dalam satu bulan hal ini bisa diselesaikan.

"Tidak boleh lama - lama karena menyangkut memulihkan kepercayaan masyarakat kepada MK.

Secepatnya Hakim MK dievaluasi & diperiksa
(lal)
Berita Terkait
Gugatan Jaksa Dipecat...
Gugatan Jaksa Dipecat Karena Korupsi Ditolak Mahkamah Konstitusi
Perbedaan Mahkamah Konstitusi...
Perbedaan Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung
Menjaga Martabat Mahkamah...
Menjaga Martabat Mahkamah Konstitusi
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Kembali Diuji
Menimbang Mahkamah Konstitusi...
Menimbang Mahkamah Konstitusi Hari Ini
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi dalam Pusaran Politik
Berita Terkini
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Infografis
Biaya Perang Pakistan-India...
Biaya Perang Pakistan-India selama 4 Pekan, Siapa Paling Boncos?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved