Menko Polhukam desak AS jelaskan penyadapnya di Jakarta
Kamis, 31 Oktober 2013 - 08:57 WIB
Menko Polhukam desak AS jelaskan penyadapnya di Jakarta
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto mendesak Pemerintah Amerika Serikat menjelaskan secara terbuka tentang keberadaan alat penyadapnya di Kedutaan Besar AS di Jakarta.
"Pemerintah Indonesia meminta agar pihak Kedubes AS memberikan penjelasan resmi," tegas Djoko kepada Sindonews, Kamis (30/10/2013).
Djoko menjelaskan, Pemerintah RI telah meminta Menteri Luar Negeri Marty M Natalegawa untuk melakukan komunikasi langsung terhadap Kedutaan Besar (Kedubes) AS untuk menjelaskan tentang keberadaan alat penyadapnya di kantor Kedubes AS di Jakarta.
Komunikasi tersebut telah dilakukan di Yogyakarta, Rabu 30 Oktober 2013. Marty telah menyampaikan protes kerasa atas penyadapan yang dilakukan AS di Jakarta.
Mantan Panglima TNI ini juga menyatakan keprihatinan mendalam atas aksi penyadapan yang dilakukan negeri adi daya itu di teritori kedaulatan Indonesia. Hal tersebut, kata Djoko, bukanlah tindakan yang bersahabat.
"Jika berita dimaksud benar, maka hal tersebut merupakan hal yang tidak bersahabat dan bertentangan dengan hubungan baik Indonesia-AS," ucap Djoko.
RI protes keberadaan fasilitas penyadapan di Kedubes AS
"Pemerintah Indonesia meminta agar pihak Kedubes AS memberikan penjelasan resmi," tegas Djoko kepada Sindonews, Kamis (30/10/2013).
Djoko menjelaskan, Pemerintah RI telah meminta Menteri Luar Negeri Marty M Natalegawa untuk melakukan komunikasi langsung terhadap Kedutaan Besar (Kedubes) AS untuk menjelaskan tentang keberadaan alat penyadapnya di kantor Kedubes AS di Jakarta.
Komunikasi tersebut telah dilakukan di Yogyakarta, Rabu 30 Oktober 2013. Marty telah menyampaikan protes kerasa atas penyadapan yang dilakukan AS di Jakarta.
Mantan Panglima TNI ini juga menyatakan keprihatinan mendalam atas aksi penyadapan yang dilakukan negeri adi daya itu di teritori kedaulatan Indonesia. Hal tersebut, kata Djoko, bukanlah tindakan yang bersahabat.
"Jika berita dimaksud benar, maka hal tersebut merupakan hal yang tidak bersahabat dan bertentangan dengan hubungan baik Indonesia-AS," ucap Djoko.
RI protes keberadaan fasilitas penyadapan di Kedubes AS
(lal)