Megawati tak bisa diprovokasi

Jum'at, 25 Oktober 2013 - 02:31 WIB
Megawati tak bisa diprovokasi
Megawati tak bisa diprovokasi
A A A
Sindonews.com - Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dikenal memiliki pendirian yang teguh untuk memutuskan kebijakan partai, termasuk memutuskan calon presiden (capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Wacana yang mengajukan atau menolak Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres tidak akan bisa mempengaruhi atau memprovokasi Megawati. Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto mengatakan hal tersebut.

“Keputusan capres itu tergantung ketua umum, kader tegak lurus instruksi, siapapun yang diputuskan nanti kita dukung. Kita itu kader partai pasti tertib,” katanya, Kamis (24/10/2013).

Jadi, kata dia, kalau ada upaya provokasi dari survei, baik itu yang mendorong agar Mega maju capres atau Jokowi yang dicalonkan, PDIP mempersilakan saja.

“Mungkin itu politik untuk membangun persepsi, dengan dianggap bahwa persepsi itu lebih penting dari realita. Tetapi realitanya seperti apa nanti, saya meyakini Ibu Ketum Megawati Soekarnoputri itu jauh dari kebijakan yang karena provokasi,” ujarnya.

Bambang meyakini, kapasitas Mega dalam berpolitik istilah dalam akademiknya sudah profesor doktor. Mega, kata dia, sudah menjadi ketua umum sejak 1993, atau 20 tahun memimpin partai, sehingga merupakan politisi negarawan yang pengalamannya paling matang.

Apalagi, Mega pernah terlempar dari Istana saat bapaknya disingkirkan, kemudian saat itu tidak ada orang yang berani mendekati karena akan dianggap pro Bung Karno. Dan melalui perjuangan panjangnya kemudian kembali lagi ke Istana.

“Jadi, sekapasitas Ibu Ketum bisa terprovokasi dalam menentukan capres saya kok tidak melihat. Dengan pengalaman dan kematangan politiknya di pilkada sudah terbukti keputusannya tidak bisa diprovokasi, siapa yang nebak kalau di Jakarta usung Jokowi, di Jabar Rieke, di Jateng usung Ganjar, dan Sumut usung Efendi. Tetapi nyatanya? Tepat,” urainya.

“Silakan kalau ada upaya membangun persepsi, mengadudomba, tetapi saya yakini beliau tidak akan terprovokasi,” sambungnya.

Sementara Ketua DPD PDIP Jawa Barat TB Hasanuddin mengatakan, saat ini PDIP masih menjalani strategi sesuai dengan apa yang telah direncanakan untuk menambah kajian bagi penetapan calon presiden.

“Ibu Megawati punya cara tersendri untuk memutuskan yang sifatnya strategis. Kebutuhan untuk menetapkan capres itu harus komprehensif,” ujarnya.
(hyk)
Berita Terkait
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
PDIP Akan Ekspose Prestasi...
PDIP Akan Ekspose Prestasi Kepemimpinan 3 Pilar Partai ke Publik
Romo Benny Sebut PDIP...
Romo Benny Sebut PDIP Partai Modern yang Kekuatannya pada Struktur Organisasi
PDIP Gelar Banteng Ride...
PDIP Gelar Banteng Ride and Night Run, 500 Orang Daftar
PDIP Akan Serap Aspirasi...
PDIP Akan Serap Aspirasi Rakyat Sebelum Bertemu Parpol Lain
Berita Terkini
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Infografis
Megawati Hangestri Gabung...
Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved