Ini respons KPU soal kritik MoU Lemsaneg
Rabu, 16 Oktober 2013 - 18:16 WIB
Ini respons KPU soal kritik MoU Lemsaneg
A
A
A
Sindonews.com - Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) banyak menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.
Tidak hanya itu, beberapa partai politik (parpol) peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 pun tidak sedikit yang mempermasalahkan MoU tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Komisioner KPU Sigit Pamungkas mengaku bahwa pihaknya akan menerima apapun yang menjadi masukan serta kritikan dari masyarakat terkait kerja sama antara KPU dan Lemsaneg.
"Semua info publik itu akan dicerna KPU untuk melihat kembali sejauh mana kemanfaatan kerja sama dengan Lemsaneg ini dapat meningkatkan kinerja KPU," kata Sigit di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (16/10/2013).
Sigit pun menegaskan jika kerja sama antara KPU dan Lemsaneg tidak dipercayai oleh publik, maka KPU akan mempertimbangkan kembali kerja sama tersebut.
"Sebab sebagus apapun sistem, jika ketidakpercayaan itu sangat tinggi. Maka hasilnya tidak akan baik juga. Sehingga penting untuk dilihat kembali kerja sama itu," pungkas Sigit.
Baca berita:
PDIP curigai partai penguasa di balik KPU-Lemsaneg
Tidak hanya itu, beberapa partai politik (parpol) peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 pun tidak sedikit yang mempermasalahkan MoU tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Komisioner KPU Sigit Pamungkas mengaku bahwa pihaknya akan menerima apapun yang menjadi masukan serta kritikan dari masyarakat terkait kerja sama antara KPU dan Lemsaneg.
"Semua info publik itu akan dicerna KPU untuk melihat kembali sejauh mana kemanfaatan kerja sama dengan Lemsaneg ini dapat meningkatkan kinerja KPU," kata Sigit di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (16/10/2013).
Sigit pun menegaskan jika kerja sama antara KPU dan Lemsaneg tidak dipercayai oleh publik, maka KPU akan mempertimbangkan kembali kerja sama tersebut.
"Sebab sebagus apapun sistem, jika ketidakpercayaan itu sangat tinggi. Maka hasilnya tidak akan baik juga. Sehingga penting untuk dilihat kembali kerja sama itu," pungkas Sigit.
Baca berita:
PDIP curigai partai penguasa di balik KPU-Lemsaneg
(kri)