Perpu MK dinilai tak tepat

Senin, 07 Oktober 2013 - 13:03 WIB
Perpu MK dinilai tak...
Perpu MK dinilai tak tepat
A A A
Sindonews.com - Pasca operasi tangkap tangan terhadap Ketua Mahkamah Kontitusi Akil Mochtar, pemerintah berusaha melakukan penyelamatan terhadap lembaga kontitusi negara.

Salah satunya penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu), namun usaha Perpu itu dinilai salah sasaran.

Menurut pengamat politik Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahuddin, Perpu itu dinilai seperti obat atau resep yang tak mampu sembuhkan penyakit.

"Ini seperti dokter yang mendahulukan memberi resep dan nasihat kepada orang yang sedang terkena serangan jantung. Tidak tepat itu," kata Said kepada Sindonews, Senin (7/10/2013).

Said berpendapat, Perpu yang ditawarkan pemerintah lebih diarahkan untuk mengubah sistem rekrutmen hakim Konstitusi dan penyiapan sistem pengawasan terhadap kelembagaan MK. Sedangkan kedua fokus itu bukanlah kepentingan yang bersifat darurat atau mendesak untuk MK saat ini.

"Perpu bukanlah solusi yang tepat untuk menyelamatan kelembagaan MK pasca penangkapan Akil Mochtar," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada Sabtu pekan lalu mengundang sejumlah pimpinan lembaga negara. Dalam pertemuan itu salah satunya dibahas soal upaya mekanisme penyelamatan MK pasca ditangkapnya Akil Mochtar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terkait dugaan suap pengurusan sengketa Pemilukada Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dan Lebak, Banten.

Baca juga berita Marzuki bantah ada skenario di balik kasus Akil.
(lal)
Berita Terkait
Gugatan Jaksa Dipecat...
Gugatan Jaksa Dipecat Karena Korupsi Ditolak Mahkamah Konstitusi
Perbedaan Mahkamah Konstitusi...
Perbedaan Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung
Menjaga Martabat Mahkamah...
Menjaga Martabat Mahkamah Konstitusi
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Kembali Diuji
Menimbang Mahkamah Konstitusi...
Menimbang Mahkamah Konstitusi Hari Ini
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi dalam Pusaran Politik
Berita Terkini
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved