Usut kasus di pilkada, KPK tunggu laporan masyarakat

Jum'at, 04 Oktober 2013 - 12:50 WIB
Usut kasus di pilkada,...
Usut kasus di pilkada, KPK tunggu laporan masyarakat
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku bisa mengusut dugaan suap yang terjadi dalam sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banten selain Kabupaten Lebak. Tapi, lembaga antikorupsi itu menunggu laporan masyarakat.

Juru Bicara (Jubir) KPK Johan Budi SP menyatakan, pengusutan tersebut harus dilihat kaitan konteksnya dengan sengketa yang disidangkan di Mahkamah Konstitusi (MK).

Tetapi untuk saat ini, yang diusut atau disidik KPK saat ini adalah berkaitan dengan dugaan penerimaan yang diduga berkaitan dengan Ketua MK Akil Mochtar terkait sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah dan Pilkada Lebak, Banten.

"Kalau pertanyaannya adalah apakah dalam proses lanjutan penyidik ada pengembangan ke sengketa pilkada lain, tentu tergantung dengan hasil yang ditemukan penyidik. Ya, termasuk yang ditanyakan itu (soal sengketa Pilkada Banten lain)," kata Johan saat konferensi pers di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/10/13).

Artinya lanjut Johan, bukan hanya soal dugaan suap sengketa pilkada di Banten saja yang bisa dikembangkan. Penyidik bahkan bisa mengusut kasus yang berkaitan dengan daerah-daerah lainnya.

Dia menuturkan, kalau ada kelompok atau unsur masyarakat yang menemukan atau memiliki informasi soal indikasi dugaan suap dalam sengketa pilkada di Banten dan atau daerah lain, maka silakan disampaikan ke masyarakat.

"Kalau ada informasi masyarakat bahwa ada indikasi pilkada yang tidak beres yang berperkara di MK saya kira sampaikan saja ke KPK. Tentu tidak berdasarkan desas-desus, tapi harus sesuai dengan bukti dan fakta," ungkpanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, yang jelas, ketika laporan tersebut masuk ke KPK, dalam hal ini Pengaduan Masyarakat (Dumas) tentu akan ditelaah terlebih dahulu. "Kalau ada informasi baru harus dilihat dulu kasusnya seperti apa, harus dilihat di prosesnya di MK dan ada dugaan dalam kongkalikong. Jadi silakan disampaikan ke KPK," tandasnya.

Baca juga berita terkait, Adnan Buyung minta 8 Hakim MK mundur.
(maf)
Berita Terkait
Gugatan Jaksa Dipecat...
Gugatan Jaksa Dipecat Karena Korupsi Ditolak Mahkamah Konstitusi
Perbedaan Mahkamah Konstitusi...
Perbedaan Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung
Menjaga Martabat Mahkamah...
Menjaga Martabat Mahkamah Konstitusi
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Kembali Diuji
Menimbang Mahkamah Konstitusi...
Menimbang Mahkamah Konstitusi Hari Ini
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi dalam Pusaran Politik
Berita Terkini
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved