Kasus Akil bukti pilkada langsung mahal

Jum'at, 04 Oktober 2013 - 09:46 WIB
Kasus Akil bukti pilkada...
Kasus Akil bukti pilkada langsung mahal
A A A
Sindonews.com - Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR), M Afifuddin mengatakan, dugaan suap yang dilakukan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar semakin membuktikan, bahwa pemilihan kepala daerah (pilkada) di Indonesia mahal.

"Kasus ini (dugaan suap di MK) bisa jadi pembuktian bagi pihak-pihak yang selama ini menyatakan bahwa pilkada langsung ini mahal biaya," kata Afifudin melalui pesan singkat yang diterima Sindonews, Jumat (4/10/2013).

Afifudin menyampaikan, bisa jadi biaya mahal yang dimaksud adalah untuk melakukan praktik suap, guna memuluskan setiap calon menjadi kepala daerah. "Padahal, bisa jadi biaya-biaya yang besar malah untuk praktik suap dan kejahatan pemilu (pemilihan umum) lainnya," imbuhnya.

Kata dia, dampak dari kasus ini bisa membuat masyarakat muak terhadap kelembagaan MK dan institusi-institusi lain. "JPPR berharap masyarakat tetap optimis, bahwa masih banyak hakim dan orang-orang baik di sekitar kita dan jangan sampai kasus ini membuat kita putus asa atas perbaikan bangsa ini," tuntasnya.

Seperti diketahui, Ketua MK, Akil Mochtar ditangkap oleh KPK di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra III, Nomor 7, Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan. Akil ditangkap atas dugaan penerimaan suap sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah, dan Pilkada Lebak Banten.

Bersama Akil, juga ditangkap Chairun Nisa (CHN) yang merupakan anggota DPR dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar), kemudian HB yang diduga Hambit Bintih Bupati Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dan CN yang berprofesi pengusaha.‬

Baca juga berita terkait, penangkapan Ketua MK momentum berantas money politic.
(maf)
Berita Terkait
Gugatan Jaksa Dipecat...
Gugatan Jaksa Dipecat Karena Korupsi Ditolak Mahkamah Konstitusi
Perbedaan Mahkamah Konstitusi...
Perbedaan Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung
Menjaga Martabat Mahkamah...
Menjaga Martabat Mahkamah Konstitusi
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Kembali Diuji
Menimbang Mahkamah Konstitusi...
Menimbang Mahkamah Konstitusi Hari Ini
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi dalam Pusaran Politik
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved